Senin, 11 Mei 2026

Bulan Suci Ramadan

Lupis Bojonggede Bogor Diburu Warga untuk Takjil Buka Puasa Ramadan

Di tepi Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, terdapat menu jajanan untuk berbuka puasa yang menarik minat pembelinya.

Tayang:
Penulis: Yudistira Wanne |
Warta Kota/Yudistira Wanne
Warga mengantre untuk membeli lupis sebagai kudapan berbuka puasa, di Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede, Bogor, Selasa (5/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOJONGGEDE - Berbukalah dengan yang manis. Kalimat itu kerap  dijadikan rujukan bagi setiap orang yang akan berbuka puasa saat Bulan Suci Ramadhan.

Kolak, makanan gorengan, dan bubur sumsum menjadi menu yang paling banyak dicari dan dijajakkan di tepi jalan jelang waktu buka puasa tiba.

Berbeda dari yang lainnya, di tepi Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, terdapat menu jajanan untuk berbuka puasa yang  menarik minat banyak pembeli.

Ya, jajanan tersebut adalah lupis. Banyak orang rela mengantre untuk bisa mendapatkan lupis yang disajikan oleh penjual tepat di depan gerbang Perumahan Puri Bojong Lestari, Pabuaran.

Cari Takjil Tidak Pakai Masker, Warga Tugu Selatan Bakal Disuruh Pulang

VIDEO: Suasana Warga Senen Mengantri Bantuan Sembako dan Takjil dari Perkumpulan Oase

Seorang pembeli asal dari Citayam, Sumi, mengaku telah menjadi langganan tetap kudapan lupis setiap bulan puasa Ramadan tiba.

"Saya sudah dua tahun ini pasti ke sini. Walaupun antre itu tidak masalah, yang penting saya bisa berbuka puasa dengan yang manis," ujarnya, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut, Sumi menjelaskan bahwa dia membeli satu lupis itu dengan harga  masih bersahabat dengan kantong pribadinya.

Sepi Pekerjaan karena Ada Wabah Virus Corona, Ovi Sovianti Jualan Takjil di Pinggir Jalan

Berburu Takjil di Perumnas 1 Bekasi, Warga Abaikan Aturan PSBB Jaga Jarak Fisik

"Alhamdulillah di sini masih murah. Satu Lupis harganya seribu rupiah. Masih bersahabat dengan isi dompet saya," katanya seraya tertawa.

Untuk bisa mendapatkan lupis kesukaannya, Sumi memiliki trik tersendiri yaitu datang lebih awal ke tempat penjualnya.

"Kalau lagi tidak kerja, saya datang lebih awal. Jam 16.30 WIB saya sudah di sini biar tidak kehabisan. Datang jam segitu saja, tetap antre," ucapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved