Virus Corona

Dejan Lovren Tidak Bisa Hidup di Tengah Pandemi Virus Corona

Aspek psikologis adalah yang paling sulit diatasi. Saya berlatih sendiri sebanyak yang saya bisa, saya menendang bola dengan anak saya.

dailystar
Dejan Lovren 

Dejan Lovren, bek tengah Liverpool, menyatakan pandemi virus corona tidak semata berdampak terhadap berhentinya kompetisi, tetapi juga memengaruhi mental para pesepak bola.

Sudah hampir dua bulan kompetisi-kompetisi di Eropa dihentikan sementara waktu, bahkan sudah ada yang berhenti total karena kondisi yang tidak memungkinkan. Para pemain juga terkena imbas, yaitu tidak bisa bertanding, berlatih, hingga terkena pemotongan gaji.

Menurut Lovren, setelah pandemi ini berakhir banyak pemain yang tidak akan bisa langsung tampil dalam level tertinggi karena pengaruh kekuatan fisik dan mentalitasnya.

“Tidak akan mudah memulai Kembali, karena kami dikurung di rumah selama 46 hari. Aspek psikologis adalah yang paling sulit diatasi. Saya berlatih sendiri sebanyak yang saya bisa, saya menendang bola dengan anak saya, tetapi itu sangat berbeda dengan berlatih bersama tim,” ujar Lovren kepada Sportske Novisti, Senin (4/5).

“Saya berusaha untuk tetap memotivasi diri sebisa mungkin. Saya bangun pagi dan berkata kepada diri sendiri, saya harus berlatih hari ini dan setidaknya saya berhasil menurunkan berat badan,” imbuhnya.

Pemain asal Kroasia itu berharap UEFA dan FIFA turun tangan dan memberi solusi atas masalah yang dialami pemain dan klub, terutama terkait kompetisi musim ini, yang rencananya akan dimampatkan agar bisa selesai tepat waktu.

“Saya harap Aleksander Ceferin (Presiden UEFA) dan semua orang di UEFA dan FIFA datang memberi solusi agar kami tidak masuk dalam situasi yang harus bermain 15 kali dalam 30 hari. Kami butuh waktu, karena pemain harus pulih secara mental dari pandemi dan masa karantina,” tutur Lovren.

Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved