Breaking News:

Bansos

Pemkot Tangerang Andalkan BLT dari Pemprov Banten

Camat Karang Tengah, Matrobin, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang belum memberikan bantuan tunai langsung (BLT)

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Nengsih menerima bansos uang tunai di GOR Pedurenan, Karang Tengah, Senin (4/5/2020) 

"Pemkot Tangerang belum kasih BLT, baru ini dari Pemprov Banten," ujar Matrobin

WARTAKOTALIVE.COM, KARANG TENGAH - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang di Kota Tangerang. PSBB itu sudah diterapkan selama dua pekan lebih.

Namun, dari pemerintah setempat belum memberikan bantuan langsung tunai kepada warganya.

Saat ini hanya mengandalkan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Banten.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Camat Karang Tengah, Matrobin.

Matrobin menyatakan bahwa pada Senin (4/5/2020) Pemprov Banten memyalurkan bantuan langsung tunai ke warga Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang yang terdampak Covid-19.

"Pemkot Tangerang belum kasih BLT, baru ini dari Pemprov Banten," ujar Matrobin saat dijumpai Warta Kota di GOR Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (4/5/2020).

Pencairan dana BLT dari Pemprov abnten di Kantor Kelurahan Serua, Ciputat, Tangsel, pada Senin (4/5/2020)
Pencairan dana BLT dari Pemprov abnten di Kantor Kelurahan Serua, Ciputat, Tangsel, pada Senin (4/5/2020) (Wartakotalive/Rizki Amana)

Ia juga  belum tahu pasti waktu pemberian bantuan langsung tunai dari Pemkot Tangerang. Namun bansos seperti sembako telah diberikan kepada masyarakat.

"Kalau dari Pemkot sudah ngasih beras di tiap - tiap RW," kata Matrobin.

Dari pemerintah pusat pun sampai saat ini belum mendapatkan bantuan. Padahal di wilayah Kecamatan Karang Tengah jumlah yang terdata dampak dari Covid-19 sangat banyak.

"Di sini ada sekitar 6.000 orang yang kami data," tutur Matrobin.

Matrobin menyebut pihak kelurahan yang terjun langsung melakukan pendataan itu. Kemudian dilakukan verifikasi jumlah penerima bansos tersebut.

"Persyaratannya hanya Kartu Keluarga dan KTP saja. Kriteria yang mendapatkan adalah  mereka yang penghasilannya sudah tidak ada lagi. Seperti buruh atau pekerja kasar lainnya," tandas Matrobin.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved