Liga Jerman

Lukas Podolski Gatal Lihat Nasib Koeln yang Terpuruk di Papan Bawah

Tentu akan siap menolong klub saya untuk menjadi lebih baik dalam berbagai hal.

duniasoccer.com
Lukas Podolski. (Getty Images) 

Lukas Podolski mengaku tidak dapat melupakan klub profesional pertamanya, FC Koeln. Podolski berjanji akan kembali ke klub berjuluk Die Geissbocke itu pada suatu saat nanti.

Podolski mengaku gatal melihat Koeln, yang kini telah menjadi klub semenjana. Padahal, pada beberapa dekade silam klub yang berada di tepi barat Jerman itu adalah kekuatan yang menakutkan di Bundesliga.

Penyerang Inter Milan asal Jerman, Lukas Podolski.
Penyerang Inter Milan asal Jerman, Lukas Podolski. (Kompas.com)

"Tumbuh dari tim junior dan bermain di klub kota sendiri selalu jadi hal istimewa. Koeln adalah kota saya, tempat saya, stadion saya, kegemaran saya, klub saya. Itu sebabnya klub ini istimewa bagi saya dan akan tetap seperti itu," kata Podolski, seperti dikutip Soccer Bible.

Podolski tidak berjanji pasti kembali ke Koeln, karena hal itu tergantung kepada berbagai hal dan pihak. Namun, mantan striker Tim nasional Jerman itu menyatakan siap dirangkul untuk memperbaiki kondisi klub itu.

"Tentu akan siap menolong klub saya untuk menjadi lebih baik dalam berbagai hal. Saya tidak bisa mengatakan kami akan menjuarai kompetisi, tetapi saya akan mencoba membawa kekuatan saya ke klub dan membawa mereka ke posisi lebih baik, bukan hanya di lapangan, melainkan di segala hal, karena klub ini punya penggemar, kota, dan stadion hebat," ucap Podolski.

Melihat kondisi Koeln saat ini, Podolski mengaku sedih. "Klub ini punya potensi luar biasa. Namun, dalam 10 hingga 20 tahun terakhir manajemen dan orang-orang di klub tidak mampu melakukan hal terbaik," tutur striker asal Polandia yang besar di Bergheim, Jerman, dekat dengan Koeln.

Lukas Podolski tandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Galatasaray.
Lukas Podolski tandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Galatasaray. (Getty Images)

Podolski sendiri punya modal untuk memperbaiki Koeln, yaitu berhasil mengubah wajah klub yang pernah dibelanya, Vissel Kobe Jepang. "Saya kira saya telah memperbaiki klub dan J-League lebih baik dalam berbagai hal. Saya membuat klub terlihat lebih baik. Saya adalah transfer besar pertama di sana pada generasi baru," ujar Podolski.

"Saya kira tidak ada orang di Eropa yang mengenal klub ini sebelum saya bergabung. Saya datang ke sana dan bahkan membuatkan mereka akun Instagram," imbuhnya.

Striker yang kini memperkuat Antalyaspor di Liga Turki itu mengungkapkan, kontribusinya di Vissel Kobe bukan hanya di lapangan. Dia juga memberikan masukan dan mengubah berbagai hal di luar lapangan yang bersifat nonteknis.

"Saya mengubah ruang ganti dan punya andil sedikit dalam mengubah stadion. Banyak hal yang telah saya perbuat, tetapi hal-hal seperti ini tidak dilihat orang, karena mereka hanya fokus melihat permainan saya di televisi, di lapangan," ujar pemain berumur 35 tahun itu.

Lukas Podolski kehilangan tempat di skuat utama Arsenal. (Foto: Getty Images)
Lukas Podolski kehilangan tempat di skuat utama Arsenal. (Foto: Getty Images) (duniasoccer.com)

Tidak hanya merasa berjasa besar bagi Vissel Kobe, Podolski juga mengklaim berjasa bagi J-League. Menurut dia, kehadirannya di Vissel Koba tidak ubahnya magnet untuk menarik perhatian orang terhadap kompetisi sepak bola di Jepang itu.

“Saya membuat J-League lebih menarik bagi orang-orang, untuk para pemain baru macam (Andres) Iniesta atau (Fernando) Torres. Saya kira, ketika melihat Podolski ada di sana, mereka jadi tahu bahwa bermain di sana tidaklah buruk,” tutur pemain berjuluk Prinz Poldi itu.

Bagi Podolski, menunjukkan totalitas bagi klubnya adalah hal penting. Memberikan kontribusi dalam berbagai hal bagi klub, kata Prinz Poldi, merupakan cara tepat agar dikenang sebagai orang baik, bukan sebagai pemain brengsek di klub tersebut.

Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved