Virus Corona

Ivan Rakitic Mengaku Tidak Bisa Hidup di Tengah Pandemi Virus Corona

Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic menyebut dirinya sulit, bahkan tidak bisa hidup di tengah pandemi virus corona.

@ivanrakitic
Pemain Barcelona asal Kroasia Ivan Rakitic saat memperdayai Kapten Sergio Ramos dan kiper Thiboit Courtois 

Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic menyebut dirinya sulit, bahkan tidak bisa hidup di tengah pandemi virus corona. Rakitic mengakui hidupnya pada saat ini penuh dengan ketidakjelasan.

Spanyol, tempat Ivan Rakitic saat ini, merupakan negara yang menjadi salah satu pusat pandemi virus corona covid-19. Hingga Sabtu (2/5/2020), sudah ada 215 ribu kasus, 24.824 di antaranya meninggal dunia.

"Ya, sebenarnya tidak (bisa hidup). Saya pikir tidak ada yang bisa membayangkan sesuatu seperti ini," kata gelandang Barcelona asal Kroasia tersebut, dalam wawancara bersama Marca.

Ivan Rakitic n Neymar
Ivan Rakitic n Neymar (goal.com)

Rakitic melanjutkan, dirinya punya firasat buruk ketika Barcelona menjalani laga tandang ke Italia pada leg pertama 16 besar Liga Champions, 26 Februari 2020. Ketika itu, di Italia sudah ada banyak kasus virus corona.

"Saya ingat momen yang sangat penting ketika kami akan memainkan leg pertama Liga Champions di Napoli, ketika situasi ini (virus corona) dimulai, saya melakukan perjalanan dengan banyak ketidakpastian," ucap pemain Barcelona berusia 32 tahun itu.

Dengan keadaan yang semakin parah, Rakitic hanya bisa pasrah. Dia hanya berharap pandemi virus corona segera berakhir dan kehidupan kembali berjalan normal.

"Sekarang saya berpikir, apa yang harus kita lakukan adalah berpikir positif, mengetahui upaya yang kita lakukan untuk kebaikan semua orang," ujar mantan pemain Sevilla tersebut.

"Saya tidak tahu apakah ketakutan adalah kata yang tepat, tetapi saya merasakan sensasi yang sama. Ketidakpastian sangat mengkhawatirkan saya," kata Rakitic menambahkan.

Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic
Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic (Getty Images/Dunia Soccer)

Rakitic sendiri mengaku mencemaskan keluarga besarnya. Dia pun selalu memantau keluarganya agar tidak ada yang terpapar virus corona covid-19.

"Keluarga saya tersebar di Seville, Kroasia, dan Swiss telah menjadi perhatian. Syukurlah kita semua dapat terhubung melalui video call dan mengirim banyak pesan setiap hari, tetapi saya akui saya mengalami saat-saat gugup. Terima kasih Tuhan, saya seluruh keluarga baik-baik saja," katanya mengakhiri.

Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved