Cirus Corona

Bisakah Virus Corona Bertahan di Paket Belanja Online? Ini Penjelasan Lengkap WHO

Masyarakat mengandalkan belanja online dan layanan pesan antar sejak PSBB, baik untuk barang kebutuhan sehari-hari maupun membeli makanan.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww
Petugas memilah paket kiriman barang di Kantor Pos, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/4/2020). Menurut petugas, dimasa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), volume pengiriman paket pos khusus belanja online mengalami kenaikan rata-rata 10 persen dari biasanya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masyarakat mengandalkan belanja online dan layanan pesan antar sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), baik untuk barang kebutuhan sehari-hari maupun membeli makanan.

Virus corona dapat bertahan di beberapa jenis permukaan selama sembilan hari atau lebih sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk menyentuh paket belanja online.

Para pelaku dagang online maupun perusahaan pengantaran memastikan mereka sudah menjalankan prosedur kebersihan untuk paket kiriman, mulai dari menyemprotkan disinfektan pada paket sampai membekali kurir mereka dengan masker dan cairan pembersih tangan.

Selain itu, kurir juga menerapkan contactless delivery atau pengantaran tanpa kontak dengan menaruh paket di tempat yang telah disetujui.

Meski pun begitu, konsumen tetap merasa khawatir ketika akan membuka paket sehingga mereka merasa perlu menggunakan sarung tangan atau masker.

 HEBOH Seluruh Tenaga Medis Terusir dari RS Rujukan Covid-19, Pemprov Sumut Akui Kehabisan Anggaran

 KPK Tangkap Kalapas Sukamiskin, Syarifuddin Sudding Dorong Usut Tuntas Skandal Suap di Lapas

 Kisah Istri Pengusaha Ayam Goreng yang Hamil Dua Bulan Melihat Jenazah Suaminya

The Center for Disease Control and Prevention, dikutip dari laman Cnet hari ini, menyatakan, risiko virus corona menyebar lewat paket belanja online sangat kecil karena barang sudah berpindah-pindah selama berhari-hari.

World Health Organization juga berpendapat, kecil kemungkinannya paket belanja online dihinggapi virus setelah mengalami berbagai kondisi. Risiko orang terkena virus dari paket belanja online tergolong kecil.

Sementara itu, untuk layanan pesan antar makanan, Food and Drug Administration (FDA) AS mengatakan, belum ada bukti virus bisa menular dari makanan atau paket.

Meski risiko tertular virus corona dari paket belanja online kecil, masyarakat tetap harus waspada dan menjaga kebersihan saat menerima paket.

 Survei LKSP: Masyarakat Jakarta Mayoritas Puas terhadap Penanganan Covid-19 Anies Baswedan

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved