Breaking News:

Berstatus PDP Covid-19, Perawat RS Sukmul Sisma Medika Gugur di RSPI Sulianti Saroso

Seorang perawat RS Sukmul Sisma Medika meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

shutterstock
ILUSTRASI Perawatan pasien positif virus corona 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang perawat RS Sukmul Sisma Medika meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Utara H Maryanto membenarkan kabar duka tersebut.

Perawat itu meninggal dunia pada Senin (4/5) pukul 11.30 WIB.

ENAM Perawat Meninggal Terpapar Covid-19, PPNI Minta Keamanan Saat Layani Pasien Ditingkatkan

"Benar, telah gugur anggota kami (perawat) dari RS Sukmul Sisma Medika Jakarta Utara," kata Maryanto, Senin (4/5).

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, perawat perempuan itu diketahui berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Selain itu, ia juga telah melakukan swab test hingga tiga kali.

Jalani Perawatan, 6 Kru KM Lambelu Sembuh dari Covid-19

"Status PDP, hasil swab test belum keluar," kata Maryanto.

Perawat itu sempat menjalani perawatan di RS Sukmul Sisma Medika sejak 22 April 2020 sebelum akhirnya dipindahkan ke RSPI Sulianti Saroso untuk mendapat perawatan intensif.

"Sementara dirawat di RSPI Sulianti Saroso tanggal 30 April sampai dengan hari ini," jelas Maryanto.

Maryanto mengatakan DPD PPNI turut berduka cita dengan kepergian perawat itu.

Almarhumah dinilai sebagai salah satu pahlawan kemanusiaan yang terus berjuang menangani pasien Covid-19.

"Kami atas nama DPD PPNI Jakut sangat berduka atas gugurnya sahabat kami, dimana almarhumah merupakan pejuang kemanusiaan dengan kesetiaannya hingga menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi masih berjuang," katanya.

Sementara itu Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril mengatakan, perawat itu  meninggal dunia setelah sempat dirawat di ruang ICU.

Ketika itu ia harus memakai ventilator.

"Dirawat di ruang ICU pakai ventilator. Saat masuk sudah kondisi sakit berat," ucap Syahril.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved