Bisnis Mikro

Jamu Lindy Buatan Sri Siswani Lilik Tawarkan Kesehatan Alami Ditengah Wabah Virus Corona

Ditengah pandemi virus corona saat ini, jamu semakin banyak peminat untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap fit.

Dokumentasi Pribadi
Pelaku usaha minuman jamu yang tetap eksis ditengah wabah virus corona adalah Sri Siswani Lilik. Perempuan yang akrab disapa Lilik itu memproduksi aneka minuman herbal segar merek Jamu Lindy?. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jamu adalah salah satu minuman tradisional berbahan rempah-rempah dan dipercaya sebagai minuman sehat yang punya khasiat dan manfaat untuk kesehatan.

Ditengah pandemi virus corona saat ini,  jamu semakin banyak peminat untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap fit.

Salah satu pelaku usaha minuman jamu yang tetap eksis adalah Sri Siswani Lilik. Perempuan yang akrab disapa Lilik itu memproduksi aneka minuman herbal segar merek Jamu Lindy‎.

Pelaku usaha minuman jamu yang tetap eksis ditengah wabah virus corona adalah Sri Siswani Lilik. Perempuan yang akrab disapa Lilik itu memproduksi aneka minuman herbal segar merek Jamu Lindy?.
Pelaku usaha minuman jamu yang tetap eksis ditengah wabah virus corona adalah Sri Siswani Lilik. Perempuan yang akrab disapa Lilik itu memproduksi aneka minuman herbal segar merek Jamu Lindy?. (Dokumentasi Pribadi)

"Walau beberapa relasi koperasi tutup karena PSBB, alhamdulillah penjualan mengalami kenaikan ‎karena sekarang dibantu GoFood dan orderan lainnya," kata Sri Siswani Lilik kepada Wartakotalive.com.

Saat ini Sri Siswani Lilik memproduksi lima varian jamu, seperti kunyit asem, gula asem, bir pletok dan mpon-mpon serta lemondy.

Dibantu tiga pekerja, kapasitas produksi jamu Sri Siswani Lilik mencapai 3.000 botol dalam sebulan. Usaha jamu rumahan itu ada di kawasan Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Gegara Virus Corona, Jokowi Kini Minum Jamu Tiga Kali Sehari

Sediakan Jamu Tradisional untuk Pasien, Inovasi Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading

Selain daring alias online, ibu dua anak ini memasarkan jamu dengan cara konsinyasi dan biasanya untuk reseller dijual harga khusus.

Harga di pasaran, Jamu Lindy dijual Rp 15 ribu untuk kunyit asem dan gula asem dan Rp 17 ribu untuk mpon-mpon, lemondy dan bir pletok.

"Saya punya rencana buat yang instan. Sekarang minuman segar lagi banyak dicari," ujar perempuan kelahiran Blora, Jawa Tengah, 1 juni 1965‎, yang mulai merintis usaha minuman jamu pada akhir 2015.

Pelaku usaha minuman jamu yang tetap eksis ditengah wabah virus corona adalah Sri Siswani Lilik. Perempuan yang akrab disapa Lilik itu memproduksi aneka minuman herbal segar merek Jamu Lindy?.
Pelaku usaha minuman jamu yang tetap eksis ditengah wabah virus corona adalah Sri Siswani Lilik. Perempuan yang akrab disapa Lilik itu memproduksi aneka minuman herbal segar merek Jamu Lindy?. (Dokumentasi Pribadi)

Sebelumnya, Sri Siswani Lilik memiliki usaha jahitan butik pada 2011, namun akhirnya tutup dan ganti usaha salon muslimah ‎dan akhirnya bangkrut.

Halaman
12
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved