Wisata

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Bakal Ubah Kampung Kumuh Jadi Kawasan Wisata

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar akan mengubah kampung kumuh Ketapang Mauk sebagai desa wisata. Saat ini, kampung tersebut nasih perlu perbaikan.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kedua dari kanan) saat pemaparan usulan Program Desa Wisata Ketapang Mauk, di Kantor Setda Kabupaten Tangerang, Jumat (1/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjanjikan bahwa kampung kumuh di Kabupaten Tangerang akan dijadikan kawasan wisata.

Hal itu dikemukakan Ahmed Zaki Iskandar saat pemaparan Program Desa Wisata Ketapang Mauk melalui video conference, di Ruang Cituis Lantai 5 Gedung Setda Kabupaten Tangerang.

Rencana tersebut diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bupati Tangerang yang akrab disapa Zaki mengatakan,  tahun depan  di Ketapang Mauk akan dilakukan perbaikan  sektor air minum dan sanitasi, serta penanganan perumahan.

Terkena PHK Massal Buruh di Tangerang Nekat Bunuh Diri

VIDEO: Buruh di Tangerang Gelar Aksi Tolak Omnibus Law dan Pesangon Layak

Saat ini, usulan program Kabupaten Tangerang itu ada di posisi 16 besar dari 48 daerah yang disaring menjadi 33 di Kementerian PUPR.

Sekarang, Kabupaten Tangerang berada di urutan ke-16. Sedangkan daerah yang akan dipilih Kementerian PUPR  antara 5-10 daerah.

"Harapannya dengan saya sendiri yang langsung mempresentasikan kepada Kementerian dan Insatansi terkait kita bisa masuk 5 sampai 10 besar yang nantinya bisa mendapatkan dari Pemerintahan Pusat," ujar Zaki, Jumat (1/5/2020).

Zaki menjelaskan, pihaknya memilih Ketapang menjadi lokus pembangunannya karena untuk melanjutkan program yang sudah ada.

Covid-19 Menginfeksi 101 Warga Tangerang Selatan, 15 Pasien Sembuh, 18 Orang Mennggal

Pelanggar PSBB Sudah Ada yang Jadi Tersangka, di Bekasi 10 Orang Sementara Tangerang 18 Orang

Kabupaten Tangerang  akan membangun zona wisata, pemberdayaan masyarakat. Selain itu,  fokus pengadaan infrastruktur pendukung ekonomi yaitu pelabuhan pasar ikan.

"Harapannya di 2021 ini kita fokus kepada penanganan rumah tidak layak huninya, sanitasi dan air bersih," katanya.

"Jadi kalau rumah tidak layak huninya tertangani artinya 2021 itu wajah Ketapang itu berubah drastis dari yang tadinya kumuh menjadi lebih baik," ucap Zaki.

Proposal yang dikirim ke Kementerian PUPR lebih kepada pelaksanaan sanitasi di perumahan. 

Peringati May Day, Buruh di Kota Tangerang Tetap Gelar Aksi, Tapi Hanya 10-20 Menit di Depan Pabrik

Wanita Penderita Covid-19 Melahirkan di RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, Begini Penanganan Bayinya

Alasannya, faktor itu masih menjadi masalah karena banyak rumah tidak layak huni dan persoalan pengadaan air minum harus dituntaskan di Ketapang.

Sementara itu, Andie Pramudita, pejabat dari Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR mengatakan, pihaknya mengapresiasi proposal Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Apa yang sudah dipaparkan oleh Pak Bupati sangat jelas dan kita sama-sama berdoa saja apa yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa terwujud dan bisa masuk ketahap selanjutnya," kata Andie Pramudita.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved