PSBB di Depok

Omzet Pedagang Cireng di Depok Naik Drastis

Pedagang cireng di Depok mampu bertahan dari pandemi virus corona. Omzet pedagang cireng naik drastis.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pedagang takjil menjajakan dangangannya di Kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2020). Hari pertama Ramadan di tengah Zona Merah Covid -19, sejumlah pedangan diimbau oleh petugas kepolisian untuk menjaga jarak atau sosial distancing. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Banyak pelaku usaha yang ambruk saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tampaknya kondisi berbeda dialami pedagang cireng di Kota Depok.

Para pedagang tersebut justru mengalami peningkatkan omzet.

Meningkatnya omzet pedagang tersebut lantaran keberkahan Ramadhan.

Banyak orang yang menjadikan cireng sebagai makanan pembuka puasa Ramadhan. 

"Banyak pelaku wirausaha di Kota Depok yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah pedagang cireng. Kemudian pedagang bakso, dimsum, dan aneka snack. Pelaku usaha herbal atau jamu juga mengalami peningkatan omzet," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Fitriawan Sumadi, Kamis (30/4/2020).

Pelaku UMKM d Kota Depok tetap menggunakan masker saat beraktivitas.
Pelaku UMKM d Kota Depok tetap menggunakan masker saat beraktivitas. (Warta Kota/Dodi Hasanuddin)

Fitriawan menambahkan bahwa pelaku usaha masker kain juga mengalami kenaikan omzet.

Bahkan kondisi itu membuat produsen baju beralih membuat masker kain.

Namun, pemilik warung, kafe, rumah makan, dan kios menurun drastis.

Sementara itu, Fitriawan menambahkan bahwa selama Work From Home (WFH) ia melakukan koordinasi dalam melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Selain itu, ia melakukan monitoring untuk mengingatkan agar pelaku UMKM di Kota Depok mematuhi PSBB di Kota Depok.

Tak hanya itu, ia juga memastikan pegawainya memakai masker dan mengukur suhu tubuh, serta menggunakan hand sanitizer sebelum masuk kantor.

Pegawai yang masuk kantor lantaran ada pekerjaan yang tak bisa dikerjakan melalui virtual.

"Kami juga memberikan suplemen kesehatan bagi pegawai yang masuk. Kegiatan juga dibatasi. Tidak ada kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Seperti bazaar dan pelatihan," tutur Fitriawan.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved