Virus Corona

Dana Rp 2,6 Triliun Kemenag Dialihkan untuk Penanganan Corona, Diskon Uang Kuliah Mahasiswa Batal

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menjelaskan, angka pengalihan anggaran Rp 2,6 Triliun dinilai cukup besar.

Editor: Wito Karyono
Tangkap Layar Akun Twitter Kemenag RI @Kemenag_RI
Logo Kementerian Agama (Kemenag) RI. Dana Kemenang Rp 2,4 Triliun dialihkan untuk penanganan corona. Banyak program jadi mandeg 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ditjen Pendidikan Islam membatalkan rencana pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil 2020/2021 bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Hal tersebut dikarenakan ada pemotongan anggaran oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam upaya penangan virus corona (Covid-19) di dalam negeri, yaitu sebesar Rp 2,6 triliun.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menjelaskan, angka tersebut dinilai cukup besar.

Viral Soal Pembatalan Diskon Uang Kuliah Tunggal bagi Mahasiswa PTKIN. Berikut Penjelasan Kemenag

Biasa Bekerja dalam Senyap, Mengapa BIN Dilibatkan dalam Penanganan Wabah Corona, Ini Penjelasannya

Pemotongan anggaran tersebut sangat berdampak pada semua program di Kemenag.

“Ada keputusan Kemenkeu bahwa dana kami dipotong untuk mengatasi covid-19 sebesar Rp2,6 T,” ujar Menag dalam keterangannya Rabu (29/04/2020).

“Angka itu buat Kemenag besar sekali karena semua sudah ada programnya masing-masing.

"Begitu dipotong 2,6T, maka kami tidak bisa bergerak apa-apa lagi untuk membantu mengatasi kekurangan pendapatan pada lembaga pendidikan Islam (jika UKT mahasiswa dipotong),” lanjutnya

Menag berujar, inisiatif memotong UKT mahasiswa PTKIN awalnya merupakan wujud niat baik Kemenag untuk mengurangi beban pembayaran mahasiswa.

Update Corona Virus Dunia, AS Lewati 60.000 Kematian, Data Covid-19 di Florida Dipertanyakan

Dokter Tirta Jadi Trending Twitter, Ia Ajak Debat Lanjutan dengan Jerinx SID Gunakan Aplikasi Lain

Pihaknya sudah menyiapkan skema untuk menutup kekurangan pemasukan PTKIN jika UKT dipotong dengan menyisihkan anggaran pada bidang pendidikan.

Namun, Pemerintah ternyata membutuhkan dana besar untuk mengatasi Covid-19 sehingga dilakukan efisiensi anggaran Kementerian Agama hingga Rp2,6Triliun.

“Pemerintah butuh dana untuk mendukung hal itu dan diambil dari beberapa Kementerian, termasuk Kemenag kebagian 2,6 T sehingga kami membatalkan rencana itu (memotong UKT mahasiswa PTKIN),” tutur Menag.

Menteri Agama Fachrul Razi seusai dilantik Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019).
Menteri Agama Fachrul Razi seusai dilantik Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO)

Terkait adanya pemotongan anggaran, Menag tidak menyalahkan Kemenkeu, karena saat ini Pemerintah membutuhkan anggaran yang besar untuk mengatasi Covid-19.

Tolak TKA China Menjadi Trending, Umumnya Disuarakan Netizen Berseberangan dengan Pemerintah

Salah satunya untuk jaring pengaman sosial dan membantu masyarakat miskin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved