Berita Video

VIDEO: Meski Nyaman, PMKS Ahmad Fauzi Tidak Betah di GOR Cengkareng

Meski terasa nyaman salah satu PMKS yang terjaring Ahmad Fauzi tetap merasa tidak kerasan. Pria berusia 68 tahun itu tetap merasa selalu ingin pulang.

Warta Kota
PMKS Ahmad Fauzi Ingin Pulang dari GOR Cengkareng 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG - Barak satu dengan barak lainnya diberi jarak satu meter. Udara kira-kira 23 derajat celcius terasa dari AC sentral yang dipasang di langit-langit ruangan mirip aula.

Seperti itulah gambaran suasana tempat penampungan sementara Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) di Cengkareng, Jakarta Barat.

Meski terasa nyaman salah satu PMKS yang terjaring Ahmad Fauzi tetap merasa tidak kerasan. Pria berusia 68 tahun itu tetap merasa selalu ingin pulang.

Pria yang mengaku sudah bergelar Haji itu berasal dari Pandegelang, Banten. Ia dirazia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Senin (27/3/2020) ketika sedang duduk di sebuah halte.

Pengakuannya, usai berjualan daging di Jakarta ia diamankan Satpol PP. Fauzi mengaku ke Jakarta bersama rekannya.

Namun temannya saat itu meninggalkannya di Jakarta sehingga Fauzi tidak tahu jalan pulang.

Meski sudah diterapkan larangan mudik, Fauzi mengaku tetap bisa berangkat ke Jakarta menggunakan Bus Murni Labuan-Jakarta.

"Kalau bus ada asalkan berangkatnya malam. Saya waktu itu berangkat Senin dini hari kira-kira pukul 01.00 WIB," jelas Fauzi ditemui di GOR Cengkareng, Jakarta Barat.

Di pagi hari Fauzi berjualan daging yang dibawanya dari Pandegelang, Banten. Namun saat menunggu rekannya, ia terjaring razia Satpol PP dan diamankan di GOR Cengkareng.

Fauzi sendiri mengakui bahwa fasilitas yang ada di GOR Cengkareng cukup nyaman. Ia juga diberi makan sehari dua kali yakni saat sahur dan berbuka.

"Tapi tetap saja saya ingin pulang. Ini bukan tempat saya," ujar Fauzi.

Sementara itu petugas P3S Saipul Anwar mengaku belum dapat memulangkan Fauzi. Pasalnya mereka harus mengecek dulu kebenaran dari yang Fauzi ungkapkan.

Mereka harus berkoordinasi dengan alamat pasti Fauzi tinggal. Jika memang benar Fauzi memiliki rumah maka pihaknya baru akan memulangkan Fauzi ke rumahnya sesuai alamat KTP.

"Kami harus pastikan dulu kebenaran dari pengakuan yang bersangkutan. Setelah benar maka akan segera kami pulangkan," jelas Saipul. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved