Breaking News:

Korupsi di Kementerian Agama

Ustaz Tengku Zulkarnain Nilai Hukuman Romahurmuziy Lebih Ringan Dibandingkan Tuntutan:KPK Kini Beda

Ustadz Tengku Zulkarnain Nilai Hukuman Romahurmuziy Lebih Ringan Dibandingkan Tuntutan:KPK Kini Beda

Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Terdakwa kasus korupsi sekaligus mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy alias Romy dijemput tim kuasa hukumnya saat keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) K4, Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan Rabu (29/4/2020) malam. Romy terjerat kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) 2019, dirinya dinyatakan bebas seusai terbit penetapan pembebasan oleh Mahkamah Agung (MA) pasca-putusan tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong hukuman Rommy menjadi hanya satu tahun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dikabulkannya permohonan banding dan dinyatakan bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) K4 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (29/4/2020) malam, sosok Muhammad Romahurmuziy alias Romy kembali disoroti banyak pihak.

Tidak terkecuali Ustadz Tengku Zulkarnain lewat akun twitternya @ustadtengkuzul; pada 24 April 2020.

Dalam postingannya, dirinya mengucapkan selamat kepada Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang menjatuhkan hukuman 1 tahun pidana penjara dikurangi masa penahanan terhadap Romy atas perkara dugaan suap pengisian jabatan atau jual beli jabatan di Kementerian Agama.

"Selamat pada Pengadilan Tinggi yg telah mengabulkan Banding Tuan Rommy, sehingga hanya dihukum SATU TAHUN Penjara," tulis UStadz Tengku Zulkarnain.

Hukuman penjara yang harus dijalani Romy katanya sangat ringan jika dibandingkan dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Kritik Halus Jokowi, Sandiaga Uno Tegaskan Ekonomi Bisa Dinego, Tapi Nyawa Rakyat Tidak Bisa Didebat

Romy divonis 2 tahun hukuman penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, hukuman Romy dinilai sangat rendah dibandingkan dengan kasus yang menjerat kepala desa yang terseret kasus pemerasan.

Kepala desa itu divonis empat tahun penjara karena terbukti melakukan pemerasan sebesar Rp 30 juta.

"Hukuman yg jauh lebih ringan dari Kepala Desa atas kasus 30 juta rupiah, yg divonis 4 tahun penjara.
KPK tidak KASASI? KPK kini memang BEDA?," ungkapnya.

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul Meninggal Dunia, Sandiaga Uno Kenang Pertemuan Terakhirnya

Pernyataan Ustadz Tengku Zulkarnain merujuk pemberitaan Kompas.com yang turut diunggahnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved