Breaking News:

Virus Corona

Setelah 49 TKA China, Kini Ramai Penolakan Rencana Kedatangan 500 TKA China ke Konawe, Benarkah?

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menegaskan bahwa ia menolak masuknya 500 TKA China ke Konawe.

Editor: Wito Karyono
Kolase Twitter/instagram
Gubernur Sultra Ali Mazi khawatir dengan masuknya TKA China di Kendari. Setelah 49 TKA China ia membenarkan akan ada 500 TKA China masuk ke Konawe. Ia menolak karena saat ini suasana wabah corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa  menegaskan bahwa ia menolak masuknya 500 TKA China ke Konawe.

Dikutip dari YouTube Talk Show tvOne, Selasa (28/4/2020), awalnya Kery mengatakan info masuknya 500 TKA China ia dapat dari media.

"Sebenarnya informasi ini saya dengar dari wartawan juga, bahwa akan ada tenaga asing yang akan masuk," ujar dia.

IPW Kritik Kebijakan Jokowi: Larang Mudik, tapi 500 TKA China boleh Masuk ke Sultra

49 TKA China yang Masuk Kendari, Gubernur Sultra Perintahkan Dinkes untuk Isolasi

Penolakannya sendiri disebabkan untuk tidak membuat suasana masyarakat keruh di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

"Saya sebagai bupati menolak sebenarnya karena kita sudah sepakat bahwasanya dengan Covid, Corona dulu kita selesaikan dulu, baru masuk tenaga asing ini," jelas Kery.

"Sehingga karena ini akan mempengaruhi kondisi daerah kami."

Namun Kery menjelaskan apabila memang pemerintah pusat bersikeras tetap memasukkan ratusan pekerja asing tersebut, ia meminta agar pemeriksaan Covid-19 betul-betul dilakukan.

 "Tapi kalau memang pemerintah pusat tidak mau bicarakan bagaimana baiknya," kata Kery.

Profil Lengkap Setia Untung Arimuladi, Wakil Jaksa Agung Baru, Pengganti Almarhum Arminsyah

"Ya tidak ada persoalan kalau sudah perintah pusat, tetapi yang sekarang kita harapkan betul-betul TKA yang masuk ke Kabupaten konawe steril daripada Corona ini."

"Mungkin saya sudah bicarakan dengan Pak Gubernur bagaimana teknisnya," tambah Kery.

Kery tidak memungkiri Indonesia juga memerlukan pemasukan agar ekonomi dapat terus berjalan.

"Karena perlu kita ketahui bahwa negara kita juga yang perlu ekonomi," ucapnya.

Wali Kota Bekasi: PSBB Butuh Sanksi Hukum

"Karena kalau kita terlalu keras juga dalam hal ini bagaimana kita punya kehidupan, sebab kita juga masih mengharap sekarang pendapatan, pendapatan daerah, mudah-mudahan saja Corona ini cepat selesai."

"Cuma kita harapkan supaya perusahaan ini memperhatikan masyarakat Konawe," imbuh Kery.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved