Virus Corona

Sergio Ramos Minta Pemerintah Spanyol Tiru Tiongkok dalam Memberantas Covid-19

Kita tidak dapat berpikir bahwa semuanya telah selesai, keseriusan masalah masih ada.

The Independent
Skandal Sergio Ramos postif doping diungkap media terkenal, Der Spiegel. 

Kapten tim Real Madrid, Sergio Ramos, meminta pemerintah Spanyol meniru langkah-langkah yang dilakukan oleh Tiongkok dalam menghadapi pandemi virus corona. Tiongkok berhasil mengurangi jumlah penularan virus corona melalui aturan karantina wilayah (lockdown) yang ketat.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ramos pada acara penggalangan dana Ramos UNICEF Day, bersama Luka Modric dan Fabio Cannavaro. Ramos mengajak gelandang Real Madrid dan mantan bek tengah Juventus itu berbincang-bincang melalui fitur live di Instagram. Mereka membicarakan penyakit akibat virus corona.

Fiat milik Sergio Ramos
Fiat milik Sergio Ramos (The Sun)

Dalam perbincangan itu Ramos menyinggung mengenai banyaknya pasien Covid-19 di Spanyol. Ramos meminta pemerintah negerinya mencontoh apa yang dilakukan Tiongkok, sehingga Tiongkok berhasil menurunkan jumlah korban tertular dan meninggal akibat virus corona.

“Kami harus banyak belajar dari Tiongkok. Kita harus membantu para pahlawan kita, yaitu petugas kesehatan. Kami sudah banyak berjuang, tetapi ini belum berakhir,” ucap Ramos, seperti dilansir laman Marca.

Pada kesempatan itu Ramos meminta semua pihak mendukung tenaga medis yang berjuang di garda depan dalam memberantas Covid-19. “Kami tidak akan melupakan petugas kesehatan atau orang-orang yang mengalami penyakit ini atau orang-orang yang kehilangan sosok dicintai,” katanya.

“Kami memiliki posisi istimewa dan kami harus menempatkan diri pada posisi mereka (petugas medis) yang terus bekerja dan mengirimkan mereka pelukan, karena kami akan mengatasi ini bersama-sama,” imbuh bek tengah andalan Spanyol dan Real Madrid itu.

Pemain Real Madrid, Sergio Ramos (twitter.com/LaLigaEN)
Pemain Real Madrid, Sergio Ramos (twitter.com/LaLigaEN) (via Antaranews.com)

Menurut situs World O Meters, Rabu (29/4), ada 3,1 juta lebih orang yang dinyatakan positif virus corona di seluruh dunia. Sebanyak 217.893 orang meninggal dunia dan 955.811 orang dinyatakan sembuh.

Amerika Serikat menempati urutan tertinggi dengan 1.035 juta orang positif dan 59.266 orang meninggal dunia serta 142.238 orang sembuh. Spanyol menempati urutan kedua dan kemudian disusul Italia.

Meski jumlah penularan masih tinggi, pemerintah Spanyol sudah melonggarkan aturan lockdown di negaranya. Itu karena Spanyol sempat mencatatkan peningkatan terkecil untuk jumlah kematian akibat Covid-19 sejak 18 Maret 2020.

Total, ada 232.128 orang dinyatakan positif virus corona di Spanyol. Dari jumlah itu sebanyak 23.822 orang meninggal dunia dan 123.903 dinyatakan sembuh.

Foto Arsip: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan istrinya, Maria Begona Gomez Fernandez, tiba di Osaka, Jepang, 27/6/2019, menjelang pertemuan puncak para pemimpin negara-negara G20.
Foto Arsip: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan istrinya, Maria Begona Gomez Fernandez, tiba di Osaka, Jepang, 27/6/2019, menjelang pertemuan puncak para pemimpin negara-negara G20. (ANTARA/REUTERS/Jorge Silva/File PhotO/TM)

Pemerintah Spanyol juga sudah memberi lampu hijau kepada klub olahraga di negeri itu untuk berlatih kembali. Hal ini diungkapkan oleh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. “Atlet profesional bisa kembali berlatih mulai 4 Mei. Dengan begitu pembukaan tempat latihan untuk atlet profesional dan tim sudah masuk dalam program fase 0,” ujar Sanchez, seperti dikutip Marca.

Ramos meminta semua pihak tetap waspada, karena dia menilai virus corona masih mengancam umat manusia. “Kita tidak dapat berpikir bahwa semuanya telah selesai, keseriusan masalah masih ada. Kita harus mematuhi aturan untuk mengakhiri virus ini dan memberi para ilmuwan waktu untuk menemukan vaksin,” tutur Ramos.

Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved