Breaking News:

Virus Corona

IPW Kritik Kebijakan Jokowi: Larang Mudik, tapi 500 TKA China boleh Masuk ke Sultra

IPW menyebut sikap pemerintah Jokowi dalam mengatasi pandemi Covid-19 makin aneh, ngawur, diskriminatif, dan membingungkan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Mohamad Yusuf
Instagram @kotakendari
(Ilustrasi) Beredar Video Puluhan TKA China di Bandara Haluoleo Kendari, Kapolda Sultra Klarifikasi Tegas Ingatkan Ini 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai sikap pemerintah Jokowi dalam mengatasi pandemi Covid-19 makin aneh, ngawur, diskriminatif, dan membingungkan.

Di satu sisi kata dia, bangsanya sendiri dilarang mudik, tapi di sisi lain 500 TKA Cina sudah diizinkan masuk ke Sulawesi Tenggara.

"IPW melihat sikap ngawur pemerintah tersebut bisa memicu konflik di masyarakat. Selain itu IPW juga melihat sikap ngawur Presiden Jokowi, yang berkali kali membagi-bagikan beras di jalanan hingga menimbulkan kerumunan massa tanpa ditegur ataupun dibubarkan polisi," katanya kepada Warta Kota, Rabu (29/4/2020).

Debat Terbuka antara dr Tirta dan Jerinx SID Bahas Konspirasi Virus Corona, Rabu 29 April

KAI Percepat Pengembalian Uang Pembatalan Tiket via KAI Access Jadi Tiga Hari, Ini Ketentuannya

 Jerinx SID Siap Terima Tantangan Disuntik Virus Corona, tapi dengan Syarat Berikut

 Ustaz Haikal Hassan Kritik Jokowi Bagi Sembako di Pinggir Jalan: Bapak itu Presiden, untuk apa?

 Kasus Hand Sanitizer, Ganjar Pranowo Beri Peringatan Bupati Klaten

Padahal, menurut Neta, jika masyarakat yang melakukan, polisi dengan cepat membubarkannya.

Panitianya langsung mendapat teguran dan diminta meneken surat pernyataan agar tak mengulangi kegiatan serupa.

"Seharusnya Polri juga menegur Jokowi dan memintanya membuat surat pernyataan agar tidak mengulang kegiatan serupa," katanya.

Tapi hal itu tambah Neta, tidak dilakukan polisi.

Neta menyebut polisi cuma beraninya pada rakyat kecil.

Di sisi lain mantan Walikota Solo itu sebagai presiden tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

"Sebagai presiden, Jokowi cuma bisa meminta agar rakyat menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan yang bisa mengumpulkan massa. Tapi dia sendiri melanggar apa yang diucapkannya," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved