Aditya Putra Dewa Tetap Bersyukur Meski Gaji Hanya Dibayar 25 Persen

Pemain belakang PS Tira Persikabo Aditya Putra Dewa enggan memperdebatkan peraturan PSSI yang menganjurkan setiap klub membayar gaji 25 persen.

Warta Kota/Yudistira Wanne
Aditya Putra Dewa melelang jersey PSIM Yogyakarta tahun 2019 untuk membantu tenaga medis yang menangani pasien virus corona atau Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Pemain belakang PS Tira Persikabo, Aditya Putra Dewa enggan memperdebatkan peraturan PSSI yang menganjurkan setiap klub membayarkan 25 persen gaji pemainnya saat kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat wabah Covid-19.

Mantan pemain PSIM Yogyakarta itu memaklumi dikeluarkannya keputusan tersebut lantaran situasi dan kondisi tidak memungkinkan sehingga dirinya berupaya untuk tetap bersyukur.

Aditya Putra Dewa Melelang Jersey PSIM Yogyakarta untuk Membantu Penanganan Virus Corona

"Pasti ada perbedaannya ya dengan pembayaran gaji 25 persen. Tapi saya selalu bersyukur dengan apa yang saya sudah dapatkan. Yang terpenting saat ini adalah kita berdoa bersama agar semua bisa normal kembali," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (29/4/2020).

Terkait belanja kebutuhan pokok keseharian, Aditya menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga berupaya memanage sebaik mungkin agar semua tercukupi.

"Kalau saya pribadi Insya Allah dicukupkan ya karena mau di apa lagi, ini semua adalah keputusan dari Federasi kita. Semoga semua ada hikmah dan kebaikan di balik situasi ini," jelasnya.

Selain itu, Aditya berharap agar situasi dan kondisi di Indonesia segera terbebas dari penyebaran virus corona.

Berkaca pada Vietnam yang sudah membuktikan bahwa virus corona dapat dihilangkan.

Dengan lenyapnya virus corona di Vietnam, maka Federasi sepakbola di sana berencana kembali melanjutkan kompetisi Liga pada 15 Mei 2020 mendatang.

"Iya saya juga sudah membaca dan mendengar itu. Semoga di Indonesia juga bisa pulih kembali dan Liga bisa secepatnya bergulir," ungkapnya.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan Kompetisi Liga 1 2020 sejak 16 Maret hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Dihentikannya Liga 1 2020 itu sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Nantinya, jika situasi dan kondisi di Indonesia dinyatakan sudah terbebas dari wabah Covid-19, maka Liga 1 2020 kembali dilanjutkan 1 Juli 2020.

Semenjak Liga 1 2020 dihentikan, Aditya mengajak istri dan anaknya untuk pulang ke kampung halamannya yang berada di Makassar.

Selama di Makassar, Aditya tetap menjaga kebugaran tubuh dengan cara berlatih di halaman rumah, sesuai dengan apa yang diinstruksikan tim pelatih.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved