Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona Jabodetabek

Pemakaman dengan Protap Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat

Terdapat 1.666 orang yaang dimakamkan dengan Protap Covid-19 di Jakarta.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Polisi berjaga di TPU Tegal Alur tempat pemakaman jenazah korban Covid-19, Rabu (15/4/2020). 

Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 3.869 kasus per Senin (27/4/2020). Namun, tercatat

sebanyak 1.666 orang dimakamkan dengan menggunakan mekanisme atau protap virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta.

Berdasarkan data dari situs resmi tanggap Covid-19 milik Pemprov DKI Jakarta (corona.jakarta.go.id), data tersebut terhitung dari 5 Maret hingga 24 April 2020.

Jumlah pemakaman dengan protap tersebut naik turun setiap harinya. Namun data itu tak tercantum sejak 25 April hingga 27 April.

Ilustrasi -- pemakaman jenazah perawat corona ditolak warga di Semarang
Ilustrasi -- pemakaman jenazah perawat corona ditolak warga di Semarang (Tribun Jabar)

Pada 5 Maret 2020, ada dua orang yang dimakamkan dengan protap Covid-19. Sedangkan jumlah pemakaman dengan protap Covid-19 yang paling tertinggi pada 7 April 2020 yang mencapai 71 kasus.

Peningkatan kasus pemakaman menggunakan protap Covid-19 ini sendiri sudah terjadi sejak 21 Maret 2020 lalu, saat 17 orang yang dimakamkan menggunakan tata cara tersebut.

Sejak tanggal itu, setiap harinya pemakaman dengan protap Covid-19 cenderung meningkat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, tak semua dari jenazah yang dimakamkan dengan protap itu merupakan pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Bahkan ada yang masih menunggu tes namun meninggal dunia.

"Ini adalah mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites (Covid-19), oleh karenanya belum bisa disebut sebagai positif, atau sudah dites tapi belum ada hasilnya," ujar dia beberapa waktu lalu.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved