Breaking News:

Kawanan Bobol ATM Tusuk Gigi Berbagi Peran Dalam Melancarkan Aksinya

Mereka mencari sasaran atau korban di mesin ATM yang berada di SPBU, Alfamart atau Indomaret

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konpres ungkap kawanan kelompok ganjal ATM. 

WARTAKOTALIVE.COM - Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk delapan orang yang merupakan kawanan pembobol rekening nasabah bank dengan modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi.

Delapan pelaku yang berbagi peran dalam beraksi dibekuk di daerah Bekasi dan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada pekan kemarin. Sementara satu orang lainnya berinisial R masih buron dan dalam pengejaran petugas.

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui kawanan ini beraksi sekali di bulan Januari 2020 dan dua kali di bulan April 2020. Dari tiga kali aksinya itu, mereka berhasil membobol rekening ATM yang jadi target, senilai total Rp 143 Juta.

Mudik ke Brasil, Sergio Farias Ungkap Kondisi Keluarganya Saat Pandemi Covid-19

Rutinitas Manahati Lestusen di Bulan Ramadan: Bantu Istri Masak, Madu Wajib Ada Saat Buka Puasa

Kisah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Sejak Awal positif hingga Dinyatakan Bebas Virus Corona

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan delapan pelaku yang dibekuk adalah D (42), K (29), B (25), I (47), IM (35), RA (32), FT (47), dan ATE (25). Sementara kapten atau pimpinan kelompok ini yang berperan mengganjal dan menukar ATM yakni R, masih buron dan dalam pengejaran petugas. “

Saat beraksi mereka berbagi peran. Mulai dari joki, mengganjal ATM, mengintip PIN ATM korban, mengamati sekitar tempat kejadian perkara (TKP), menukar ATM korban, sampai yang menawarkan bantuan ke korban saat ATM miliknya terganjal,” kata Yusri, Selasa (28/4/2020).

Aksi para pelaku, kata Yusri adalah modus lama. “Mereka mencari sasaran atau korban di mesin ATM yang berada di SPBU, Alfamart atau Indomaret. Selanjutnya pelaku mengganjal lubang pada mesin ATM dengan menggunakan tusuk gigi yang sudah dimodifikasi,” kata Yusri.

Dinas Nakertrans DKI Bakal Periksa Dugaan Pelanggaran Jam Kerja

Dibagikan 5.000 Masker dan 5.000 Hand Sanitizer, Harapannya Warga Depok Jadi Biasa Hidup Bersih

Cerita dengan Istri Anies, Petugas TPU Pondok Rangon Sebut Makamkan 30 Jenazah Covid-19 Per Hari

Ketika korban tidak dapat memasukkan kartu ATM, katanya, pelaku berpura-pura mambantu korban. “Dan saat korban lengah, pelaku menukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM yang sudah disediakan dan mengintip serta mencatat PIN ATM korban,” kata Yusri.

Dari hasil penyelidikan kata Yusri, pihaknya baru menerima laporan dari tiga korban. “Dari ketiganya, mereka membobol rekening ATM korban sampai Rp 143 Juta,” kata Yusri. Karena perbuatannya kata Yusri, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved