Dipulangkan dari Pelatnas Angkat Besi, Lifter Deni Jadi Lebih Fokus Mengurus Keluarga

Atlet angkat besi, Deni dipulangkan PB PABSI ke daerah asalnya karena dinilai indisipliner saat menjalankan Pelatnas di Kwini, Jakarta Pusat.

BolaSport.com/Feri Setiawan
ATLET angkat besi Indonesia, Deni, saat tampil di nomor angkat besi kelas 69 Kg pada SEA Games 2017 di Mitec, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (29/8/2017), dan meraih medali emas. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Atlet angkat besi, Deni dipulangkan PB PABSI ke daerah asalnya karena dinilai indisipliner saat menjalankan Pelatnas di Kwini, Jakarta Pusat pada 4 Maret lalu.

Deni yang tak bisa berbuat apa-apa dan mencoba menerima keputusan tersebut meskipun dirinya masih mempertanyakan masalah indisipliner apa yang membuat dirinya dikeluarkan.

Lifter Indonesia Pecahkan Rekor di Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Kini, Deni kembali ke PABSI Pengprov Bengkulu, dirinya dipersiapkan untuk mengikuti PON 2020 Papua yang jadwalnya diundur menjadi Oktober 2021.

Ia pun mengambil hikmah setelah dirinya tak lagi di pelatnas.

Salah satunya ia bisa dekat dengan keluarga.

Persiapan SEA Games 2019, Atlet Angkat Besi Indonesia Eko Yuli Irawan Target Emas dan Rekor Baru

“Kalau boleh saya jujur ada segit positif saya keluar pelatnas karena satu saya melihat jauh lebih fokus ke keluarga, keluarga itu bukan merusak prestasi saya tapi mendukung prestasi saya,” kata Deni saat dihubungi Tribunnews, Selasa (28/4/2020).

Deni pun menjelaskan semenja dirinya berlatih mandiri atau pelatda jadi bisa lebih fokus dan bisa memberikan ilmu kepada anak didiknya.

“Kalau dari segi perbedaan pelatnas dengan saya sekarang mandiri atau pelatda paling bedanya saya latihan atmosfernya jadi ada pelatih, jadi kalau saya lagi malas ada yang dorong. Di luar sini juga saya punya teman-teman, saya kadang bukan malas tapi mau ‘caper’ sama yang lain, kan saya jadi role model buat anak murid saya. Jadi menurut saya cuma beda nama saja, mau pelatnas atau pelatda. Paling bedanya gengsinya saja,” jelasnya.

Triyatno Atlet Angkat Besi Indonesia Kalah Tipis 1 Point dari Kirgiztan di Asian Games

Sementara itu, penundaan PON 2020 Papua menjadi tahun depat tak lagi dikhawatirkan Deni. 

Pasalnya, peraih medali emas SEA Games 2019 itu baru saja mendapat dana talangan yang bisa ia gunakan selama pandemi Covid-19.

Dan di PON 2020 Papua nanti dirinya siap bersaing dengan atlet pelatnas untuk bisa meraih medali emas.

“Kalau di PON saya target Emas. Inysa Allah, amin. Kelas 67kg, pesaIng anak pelatnas. Sekarang saya cuma atlet daerah jadi pesiangnya atlet pelatnas,” pungkasnya

Penulis: Abdul Majid
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved