Penganiayaan

Dikeroyok karena Ingatkan Pakai Masker hingga Hidung Patah, Dava Minta Biaya Pengobatan Rp 20 Juta

"Saya mau pengobatan full. Karena dia udah bikin ponakan saya cacat. Saya mau biaya operasi semua Rp 20 juta itu dibayarkan."

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Lokasi pengeroyokan kakak beradik terhadap seorang warga di Jalan Kampung Gusti, RT 01/RW 15 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengeroyokan dilakukan oleh kakak beradik, Azis dan Fadli kepada seorang warga, Muhamad Nur Dava (21) di Jalan Kampung Gusti, RT 01/RW 15, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara berujung panjang.

Keluarga korban menuntut mereka menanggung seluruh biaya operasi korban, sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Pasalnya akibat insiden itu korban hingga mengalami patah tulang hidung

Bibi korban, Desy Aryani mengatakan bahwa biaya operasi patah tulang hidung yang dijalani keponakannya di RS Sumber Waras, Jakarta Barat mencapai Rp 20 juta.

 Jadwal Belajar dari Rumah Lewat TVRI, Rabu 29 April 2020, Ada Tayangan Bisnis Mainan Eduaktif

 Nasib Pedagang Kelontong Dapatkan Rp 20.000 Saja Sulit: Kalau Terus Begini Bisa Mati Sekeluarga

 Larangan Mudik ini Tiga Titik Check Point di Ruas Pandaan-Malang yang Disiapkan Jasa Marga

"Saya mau pengobatan full. Karena dia udah bikin ponakan saya cacat. Saya mau biaya operasi semua Rp 20 juta itu dibayarkan," kata Desy, Selasa (28/4/2020).

Permintaan itu sudah disampaikan Desy kepada pihak pelaku saat proses mediasi yang digelar di Polsek Metro Penjaringan hari ini.

Namun pihak pelaku mengaku tidak memiliki banyak uang untuk itu.

"Oke lah, saya masih punya hati nurani, saya kasih jangka waktu lagi satu minggu," kata Desy.

Desy memberikan jangka waktu bagi pihak pelaku untuk bisa mengumpulkan uang sesuai dengan jumlah biaya operasi patah hidung yang harus dijalani keponakannya tersebut.

"Hari ini tapi harus ada uang Rp 10 juta. Nanti Rp 10 jutanya lagi harus ada. Dalam satu minggu itu Rp 10 jutanya nyusul lagi," tegas Desy.

 Jerinx SID Siap Terima Tantangan Disuntik Virus Corona, tapi dengan Syarat Berikut

 Ustaz Haikal Hassan Kritik Jokowi Bagi Sembako di Pinggir Jalan: Bapak itu Presiden, untuk apa?

 Kasus Hand Sanitizer, Ganjar Pranowo Beri Peringatan Bupati Klaten

Sebelumnya Muhamad Nur Dava (21) dikeroyok dan dianiaya kakak beradik, Azis dan Fadli karena mengingatkan agar memakai masker dan tidak berkumpul saat pandemi Covid-19 pada Sabtu (25/4/2020) malam.

Namun di antara pemuda yang dibubarkan, ada Azis yang tidak terima dengan sikap korban yang sambil berteriak. Azis pun lalu pulang ke rumah untuk memanggil sang kakak, Fadli.

Mereka lalu menghampir korban dan mengeroyoknya di dekat pos keamanan RT 01/RW 15 Pejagalan.

Aksi pengeroyokan berakhir setelah pengurus RT, termasuk Nuryanto membubarkannya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved