Liga Inggris
Pandemi Covid-19, Gaji Pemain dan Staf Klub Chelsea Tetap Dibayar 100 Persen
Otoritas sepak bola Inggris memberi skema pemotongan gaji pemain Liga Inggris. Namun Chelsea memilih tetap membayar 100 persen gaji pemainnya
Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
Chelsea membuat langkah berbeda dengan klub-klub Liga Inggris lainnya. Blues memastikan, gaji pemain dan staf klub akan tetap dibayar penuh selama masa pandemi Covid-19.
Liga Inggris ditangguhkan sejak virus Covid-19 merebak lebih dari sebulan lalu. Hal itu berdampak pada keuangan klub, karena tidak mendapat pemasukan dari penjualan tiket atau hak siar. Klub mendesak pemain agar menerima kebijakan pemotongan gaji atau setidaknya penundaan sebagaian gaji.
Asosiasi pemain profesional di Inggris (PFA) mencoba melakukan perlawanan karena hal itu hanya menguntungkan klub. PFA tidak yakin pemotongan gaji tersebut akan digunakan klub untuk membantu komunitas terdampak. Premier League kemudian menyerahkan kebijakan tersebut kepada klub. Arsenal, Manchester United, dan beberapa klub lain mendesak pemain menerima kebijakan pemotongan gaji.
Namun yang dilakukan Chelsea justru sebaliknya. Manajemen klub menjamin gaji pemain akan dibayar penuh. Hal yang sama juga berlaku untuk staf klub. Chelsea juga tidak memaksa staf klub untuk mengambil cuti.
"Petinggi Chelsea sudah melakukan pertemuan dengan pemain untuk membicarakan semua hal, mulai dari persiapan tim hingga masalah finansial. Klub berharap ada kontribusi dari pemain terhadap keuangan klub yang terkena dampak virus Corona. Semua sepakat bahwa staf klub tetap bekerja dan mendapat gaji penuh. Kami juga membicarakan bagaimana peran pemain untuk memberi kompensasi kepada komunitas terutama suporter yang terdampak, serta kegiatan sosial lainnya," kata juru bicara Chelsea seperti dilansir dalam laman klub.
"Kami harus berterima kasih kepada pemain yang telah membantu klub dengan cara memberi bantuan kepada komunitas rentan termasuk menyumbang kepada negara. Klub mengapresiasi pemain yang telah ikut dalam kampanye PlayerTogether yang digagas untuk membantu pelayan kesehatan yang berada di garda terdepan," imbuhnya.
Klub juga menjelaskan, untuk sementara tidak ada pemotongan gaji pemain. Meski demikian klub mendorong pemain untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Klub juga memastikan terus membangun komunikasi dengan tim inti Chelsea agar aksi sosial tersebut berjalan terarah.
Meski pemerintah memberi kelonggaran kepada klub untuk merumahkan staf klub, Chelsea enggan melakukannya. Menurut mereka tidak elok jika dalam situasi seperti ini mereka dipaksa mengambil cuti dan dipotong gajinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/chelsea-lolos-ke.jpg)