Virus Corona

Gelar Survei Soal Penanganan Covid-19, Median Bantah Ingin Tingkatkan Elektabilitas Sosok Tertentu

Lembaga Survei Median membeberkan alasannya melakukan penelitian terhadap kebijakan kepala daerah di tengah pandemi Covid-19.

Warta Kota/Desy Selviany
Wawancara eksklusif lewat video conference kepada Wartakotalive.com, Selasa (14/4/2020) dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (14/4/2020) 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Lembaga Survei Median membeberkan alasannya melakukan penelitian terhadap kebijakan kepala daerah di tengah pandemi Covid-19.

Median menyebut, penelitian dilakukan untuk menjawab perdebatan yang mencuat di tengah masyarakat mengenai penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah.

“Tujuan utama penelitian ini untuk memahami penilaian publik atas kinerja pemerintah dalam menghadapi wabah Covid-19,” kata Direktur Median Rico Marbun saat dimintai konfirmasi, Senin (27/4/2020).

Dinas Pendidikan DKI Bilang Sekolah yang Diusulkan Bukan untuk Pasien Positif Covid-19, tapi ODP

Rico juga menepis anggapan surveinya untuk meningkatkan elektabilitas dari sosok tertentu sebagai objek penelitian.

Kata dia, survei dilakukan sebagai bentuk kontribusi lembaganya dalam menyampaikan pikiran, kegelisahan, dan penilaian publik atas penanganan wabah Covid-19.

“Penelitian ini tentang memacu para kepala daerah untuk bertindak lebih baik lagi kepada rakyatnya."

Tak Cuma Penyewa Lapak, Bandara Halim Perdanakusuma Juga Merugi Akibat Pandemi Covid-19

"Mudah-mudahan survei ini bisa jadi bahan (evaluasi kepala daerah terhadap kebijakannya),” ujar Rico.

Sejak 6 April-13 April 2020 lalu, Median melakukan penelitian survei terhadap 800 responden dari total 20.658 nomor telepon yang dimiliki.

Tingkat margin of error kurang lebih 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Tiga Barang Bepe Laku Dilelang Rp 62,6 Juta untuk Bantu Perangi Covid-19, Termasuk Jersey Pamungkas

Survei berjudul ‘Persepsi Publik Atas Penanganan Wabah Covid-19, Kerja Pemerintah Pusat, PSBB vs Lockdown, Darurat Sipil dan Mudik.’

Hasil survei menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan unggul sebagai pembuat kebijakan yang paling tepat terhadap wabah Covid-19 dengan perolehan 24,1 persen.

Kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 9,6 persen, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 8,9 persen.

3.682 Warga Jakarta Positif Covid-19, 334 Pasien Sembuh, 350 Orang Meninggal

Lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar 8 persen, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 3,7 persen.

“Dari sisi komunikasi, Bu Risma (Wali Kota Surabaya) kerjanya lebih baik ketimbang kepala daerah lainnya di bawah (gubernur, bupati dan wali kota),” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved