Breaking News:

Dua Karyawannya Positif Corona, Perusahaan Diberikan Sanksi Tutup 14 Hari dan Wajib Gelar Rapid Test

dalam peraturan PSBB ada pasal yang berbunyi apabila ditemukan karyawan yang terpapar Covid-19 maka industri tersebut wajib melakukan rapid test

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dedy
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar datang langsung ke PT. EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) yang berlokasi di Kecamatan Balaraja untuk memberikan surat berkaitan dengan PSBB. 

Tidak hanya di jalanan, penerapan sanski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Tangerang juga diberlakukan ke perusahaan.

Salah satunya PT PEMI. Perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Balaraja ini diberikan surat oleh Pemerintah Kabupatan Tangerang untuk menghentikan operasinya selama 14 hari ke depan.

“Di PT PEMI ini sudah ada dua kasus karyawan meninggal namun belum terkonfirmasi positif terjadi penularan lokal yang kedua walaupun secara medis belum terkonfirmasi positif, tapi 90% sudah dinyatakan positif Covid-19 dan masih menunggu hasil thorax dan lain sebagainya,” ujar Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Senin (27/4/2020).

Zaki mengatakan karena dalam peraturan PSBB tersebut ada pasal yang berbunyi apabila ditemukan karyawan atau buruh yang terpapar Covid-19 maka industri tersebut wajib melakukan rapid test.

Kemudian menghentikan sementara waktu produksi dan operasionalnya selama 14 hari.

“Kehadiran saya ke sini merupakan satu bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Dan mohon untuk ditindak lanjuti surat dari pemerintah Kabupaten Tangerang ini,” ucapnya.

Dirinya pun meminta kepada perusahaan kemudian nanti hasil rapid test seluruh karyawan PT PEMI itu diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditelusuri di rumah masing-masing.

“Saya minta kepada PEMI untuk melakukan rapid test seluruh karyawan dan hasil dari rapid tesnya harap diberikan ke pemerintah daerah. Karena kita akan melakukan tracking ke keluarga-keluarga mereka apabila ditemukan hasil yang positif,” kata Zaki.

Kadisnaker Kabupaten Tangerang, Jarnaji menambahkan pihaknya sudah memberikan kebebasan kepada perusahaan dalam operasional di masa PSBB.

Silahkan beroperasi tapi aturan main harus diikuti dan dipatuhi karena itu semua demi mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Akan Ikuti aturan

Sementara itu Yamashita selaku Chairman PT. PEMI mengungkapkan, pihaknya menerima dan akan meliburkan karyawannya sesuai anjuran dan peraturan pemerintah.

Karena di PEMI sudah kedapatan ada 2 orang yang meninggal diduga Covid-19 atau tergolong pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kami akan ikuti seluruh aturan yang ada dan kami akan meliburkan seluruh karyawan serta lakukan shutdown di perusahaan kami,” tutur Yamashita.

Dia meminta kepada Bupati Zaki untuk memberikan kebijakan kepadanya maksimal 10 orang karyawan administrasi maupun akunting untuk tetap masuk kerja. Karena ini berkaitan dengan administrasi perusahaan dan keuangan, sebab di PEMI ini total karyawannya sekitar 5.200 orang.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved