Breaking News:

Virus Corona

Dalam Waktu Dekat, Ditjen Pajak Pungut PPN Belanja Online, Pajak Konsumsi 10 Persen dari Harga Beli

Dalam waktu dekat Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atau belanja online dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Editor: Panji Baskhara
thinkstockphotos
Ilustrasi - Seluruh konsumen yang melakukan aktivitas pembeliaan barang/jasa secara digital harus bayar pajak konsumsi 10 persen dari harga beli. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam waktu dekat Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atau belanja online dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Adanya PPN belanja online, artinya seluruh konsumen yang melakukan aktivitas pembeliaan barang/jasa secara digital harus bayar pajak konsumsi 10 persen dari harga beli.

Ternyata, kebijakan PPN belanja online ini sudah berlandaskan aturan pemerintah, yakni Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020.

Aturan itu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Wali Kota Depok Imbau Para Ibu-ibu Manfaatkan Belanja Online di 7 Pasar Tradisional Selama Ramadan

Belanja Online Naik hingga 300 Persen, Ini Hasil Lengkap Analisa ADA Tentang Perilaku Konsumen

Pakai Vape Ganja, Naufal Samudra Beli Cairan Sintetis Narkoba Semudah Belanja Online

Beleid ini mengatur PPN dan pajak penghasilan (PPh) dalam PMSE.

Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI John Hutagaol menyampaikan PPN sangat relevan untuk ditarik saat ini.

Sebab beberapa negara sudah lebih dahulu seperti Australia, Inggris, dan Prancis.

John menjelaskan, pada the Inclusive Framework (IF) on Base Erosion and Profit Shiftinga (BEPS) yang beranggotakan 137 Yurisdiksi termasuk di dalamnya Indonesia, menganjurkan kepada anggotanya untuk memungut pajak tidak langsung misalnya PPN, sales tax atau goods and service tax (GST) atas transaksi digital economy.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved