Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Larangan Mudik, Nasib Gelap Hantui Taufik dan Beben, Cuma Sedikit Pekerja PO Bus yang Dapat Insentif

"Kadang uang memang habis sendiri di jalan untuk beli bensin. Bukan untung malah nombok. Tapi kalau ngga narik mau cari makan di mana lagi?"

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/m24
Situasi Terminal Kalideres Jakarta Barat pada Rabu (22/4/2020), pascapengumuman larangan mudik yang akan berlangsung mulai Jumat (24/4/2020). 

Kebijakan insentif yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja hanya dinikmati sebagian kecil pekerja PO bus.

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES - Seorang sopir bus, Taufik Hidayat (42), hanya bisa pasrah dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran 2020.

Sampai saat ini ia mengaku belum mendapatkan kejelasan akan statusnya dari Perusahaan Otobus (PO) tentang dampak kebijakan larangan mudik tersebut.

Taufik mengatakan selama sebulan terakhir pendapatannya juga turun drastis. Bahkan terkadang ia harus nombok karena pendapatan tidak sebanding dengan operasional bus.

Menjadi Box Office di Indonesia, Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Diputar di Malaysia

Penyewa Turun Drastis hingga 95 Persen, Pemilik Rental Mobil Mandiri: Nafas Sudah di Tenggorokan

Hadapi Situasi Sulit, Pengusaha Rental Mobil Minta Pemerintah Bijak Terapkan Relaksasi Kredit

"Turun drastis hampir 80 persen. Buat makan dan rokok sendiri saja susah," kata sopir Bus Kurnia Bakti itu  saat ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (22/4/2020).

Meski begitu Taufik mengaku tetap nekat beroperasi meski 90 persen bus dari tempatnya bekerja sudah dikandangkan karena sepi penumpang.

Ia mengaku tidak ada pilihan lain. Hanya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) itulah andalannya untuk membiayai makan keluarganya.

"Kadang uang memang habis sendiri di jalan untuk beli bensin. Bukan untung malah nombok. Tapi kalau ngga narik mau cari makan di mana lagi?" ujar Taufik.

Larangan Mudik Bikin Sopir Bus Ini Pasrah, Padahal Sudah 1 Bulan Tidak Narik karena Sepi Penumpang

Taufik mengaku belum terlalu tahu persis tentang kebijakan larangan mudik. Namun ia mengaku sudah pasrah dengan kebijakan pemerintah tersebut.

Ia hanya berharap pemerintah memberikan kompensasi untuk para sopir dan kenek yang harus dirumahkan karena pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved