Virus Corona

Klub Serie A Italia Ngotot Melanjutkan Kompetisi, Putusan Itu Bisa Memicu Wabah Gelombang Kedua

Dalam pandangan saya, kontak dalam olahraga tidak berbahaya. Kita bisa menghitungnya dari kasus positif corona yang dialami pemain profesional.

twitter.com/inter_en
Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi, merayakan golnya ke gawang Atalanta dalam laga lanjutan Liga Italia Seri A di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, Minggu (12/3/2017). 

Sebanyak 20 klub Serie A Italia sepakat untuk untuk menyelesaikan kompetisi musim 2019-2020, tetapi dengan catatan dapat restu dari pemerintah Italia. Jika disetujui pemerintah Italia, Serie A akan kembali bergulir mulai bulan Mei 2020.

Serie A dihentikan sejak 10 Maret 2020, seiring dengan hebatnya dampak virus corona di Italia. Menurut data terbaru yang dirilis Universitas John Hopkins, Maryland, Amerika Serikat, sampai saat ini setidaknya sudah terdapat 183.957 kasus positif Covid-19 di Italia.

Pada awalnya sejumlah klub Serie A tidak setuju dengan rencana merampungkan kompetisi musim ini, karena pandemi virus corona belum benar-benar sirna dari Italia. Sebanyak tujuh klub Serie A menolak kompetisi musim ini dilanjutkan, yaitu Sampdoria, Udinese, Brescia, Torino, Cagliari, Genoa, dan SPAL. Mereka menilai risikonya terlalu besar untuk melanjutkan kompetisi pada tahun ini.

Skuad Inter Milan melompat kegirangan setelah memenangi laga pertama mereka di Liga Italia musim 2019-2020.
Skuad Inter Milan melompat kegirangan setelah memenangi laga pertama mereka di Liga Italia musim 2019-2020. (Instagram/inter)

Sebanyak enam dari tujuh klub yang menolak itu berasal dari wilayah utara Italia, yang merupakan lokasi terparah di Negeri Pizza itu selama pandemi corona.

Salah satu klub yang ada di wilayah utara Italia, adalah Brescia. Pemilik klub itu, Massimo Cellino, menolak rencana diputarnya kembali kompetisi musim ini. Namun, belakangan dia sepakat.

“Pagi tadi sudah digelar pertemuan Lega Serie A dengan keputusan mutlak dari seluruh anggota untuk menyelesaikan kompetisi musim 2019-2020, jika pemerintah memberi izin dan mematuhi aturan terkait protocol kesehatan dan keamanan,” demikian pernyataan penyelenggara Serie A, Lega Nazionale Professionisti Serie A (LNPA).

“Bergulirnya lagi aktivitas olahraga yang disebut Fase 2, yang juga pernah dibahas pada masa lalu, akan dilakukan dengan indikasi FIFA, UEFA, dan izin dari FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio/Federasi Sepak Bola Italia), termasuk mematuhi protokol medis untuk melindungi pesepak bola dan semua pekerja,” tambah LNPA.

Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai mengalahkan Fiorentina 2-1 sekaligus mengunci gelar juara Serie A di Stadion Allianz, Turin, Italia, Sabtu (20/4/2019)
Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai mengalahkan Fiorentina 2-1 sekaligus mengunci gelar juara Serie A di Stadion Allianz, Turin, Italia, Sabtu (20/4/2019) (Reuters/Massimo Pinca)

Tanggal 4 Mei 2020 ditetapkan sebagai waktu bagi klub-klub Serie A untuk kembali berlatih, meski hal tersebut belum terkonfirmasi sepenuhnya.

Tidak ada jaminan

Sementara Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, berharap rencana dilanjutkannya Serie A 2019-2020 bisa terwujud. Namun, dia juga menekankan, berlatihnya lagi tim-tim sepak bola di Italia tidak bisa diartikan kompetisi akan bergulir lagi dalam waktu dekat ini.

Halaman
123
Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved