Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Diprediksi Banyak Warga Jabodetabek Mudik Rabu dan Kamis, Polda Metro Belum Bisa Larang

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengaku pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa jika banyak warga mudik dalam dua hari

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Nur Ichsan
Sejumlah warga bersiap mudik ke kampungnya dengan bus di Terminal Kalideres, Selasa (21/4) sore. 

"Di semua titik tersebut atau di 19 Pospam Terpadu sebagai cek poin itu, akan ada pemeriksaan dan penyekatan terhadap kendaraan umum penumpang dan pribadi, baik roda dua atau roda empat oleh petugas kami," kata Sambodo.

Pos-pos pemeriksaan itu katanya berada di wilayah perbatasan Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Para petugas akan memilah, kendaraan yang akan mudik dan diminta untuk putar balik.

Pelarangan mudik katanya berlaku bagi angkutan penumpang baik umum dan pribadi termasuk mobil dan sepeda motor.

"Mereka akan kita sekat dan kita periksa dengan diminta putar balik.

"Aturan larangan ini tidak berlaku bagi truk angkutan barang dan logistik termasuk sembako dan kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sementara tambah Sambodo, pergerakan orang masih diperbolehkan di wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

"Artinya kendaraan atau orang dari wilayah-wilayah itu boleh melintas. Misalnya dari Bekasi ke Jakarta atau sebaliknya," kata Sambodo.

Terkait larangan mudik ini kata Sambodo pihaknya menutup Tol Elevated atau Tol Layang.

"Tol elevated ditutup mulai Kamis malam atau Jumat 24 April 2020 pukul 00.00," katanya.

"Baik dari arah Cikunir maupun dari arah Tol Kota, ditutup sehingga semua kendaraan harus lewat bawah.

"Ini ditutup karena Tol Elevated hanya untuk kendaran kecil dan penumpang," katanya.(bum)

Wali Kota Bekasi Minta Warga Patuhi Larangan Mudik Demi Kebaikan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warga mematuhi larangan mudik ke kampung halaman.

Apalagi, Presiden Joko Widodo telah secara tegas melarang warga untuk mudik.

"Yang mudik kalau presiden mengimbau jangan ya jangan lah ya. Orang segini aja sudah setengah mati, terakhir barusan 206 positif, yang meninggal 88," kata Rahmat kepada awak media saat ditemui di Stadion Patriot Candrabaga, pada Rabu (22/4/2020).

Rahmat menegaskan wilayah Kota Bekasi merupakan zona merah Covid-19. Angka kasus positif di wilayah itu cukup tinggi.

Maka jika warga melakukan mudik, pandemi ini bakal menyebar luas ke berbagai daerah.

"Harusnya kita lebih keras lagi supaya tidak ada warga kita mudik, karena kalau mudik itu melakukan pemindahan dari Kota Bekasi ke berbagai daerah, ya semakin banyak nanti Covid-19," ungkap Rahmat.

Terkait penutupan Terminal Induk Bekasi, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat.

Akan tetapi, pihaknya telah melakukan pembatasan jumlah armada bus.

"Ya sepi juga sudah banyak yang paham, mobilnya juga sudah enggak ada sekarang, mobilnya sudah kita kurangi, lihat aja terminal sepi," ucap Rahmat.

Rahmat menegaskan kembali agar warga tidak ada yang mudik ke kampung halaman.

Hal itu demi kebaikan bersama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Perhari ini yang positif 200 lebih, jumlah ODP dan PDP meningkat jumlahnya. Jadi tolong jangan mudik demi kebaikan bersama," tutur Rahmat.

Berdasarkan data website resmi Pemerintah Kota Bekasi di https://corona.bekasikota.go.id, angka Covid-19 terus mengalami peningakatan, pada Rabu (22/4/2020).

Angka positif corona mencapai 202, Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 980 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 359.

Untuk yang meninggal ada 23 orang sudah terkonfirmasi positif dan 62 orang penyakit khusus atau meninggal terlebih dahulu belum keluar hasilnya. (MAZ)

Ada 45.354 Warga Tinggalkan Bekasi Selama Maret, Paling Banyak ke Tasikmalaya dan Bandung

Sebanyak 45.354 warga meninggalkan Kota Bekasi melalui Terminal Induk Bekasi selama Maret 2020 atau di tengah pandemi Corona.

Kepala Terminal Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan mengatakan berdasarkan data yang tersedia, jumlah keberangkatan 45.354 pada bulan Maret.

Sebelumnya, Januari 54.349, Februari 47.031.

Suasana di Terminal Induk Bekasi.
Suasana di Terminal Induk Bekasi. (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

"Itu semua jurusan, baik ke wilayah Pasundan seperti Bandung, Garut, Tasik. Maupun ke daerah Jawa dan Sumatera," katanya, pada Selasa (22/4/2020).

Kurniawan menuturkan keberangkatan jumlah penumpang terbanyak ke wilayah Tasikmalaya dan Bandung untuk bulan Maret ini.

Jumlah penumpang yang berangkat ke Tasikmalaya ada 5.978 sedangkan ke Bandung 5.808.

"Jumlah ini ada penurunan dari hari biasa, bahkan dari Januari dan Februari," ucapnya.

Tren kebarangkatan dari Terminal Induk Bekasi menurun sekitar 10 hingga 15 persen.

Tidak hanya menurun jumlah kebarangkatan, Kurniawan mengatakan, jumlah kedatangan di Terminal Bekasi merosot mencapai 85 persen tiga bulan terakhir ini.

"Semua turun, karena kan ada himbauan dilarang mudik ditengah Covid-19," katanya.

Kurniawan menambahkan pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan di kawasan terminal.

Mulai menyediakan lokasi tempat cuci tangan, seluruh di area terminal wajib pakai masker.

"Penumpang yang tetap maksa berangkat pulang kampung juga kita periksa suhu badannya, pakai masker, jaga jarak. Penumpang bus hanya boleh kapasitasnya 50 persen saja," tandas dia. (MAZ)

Wali Kota Bekasi Prediksi Angka Covid-19 Bisa Tembus 240 Orang pada Akhir April 2020

Pemerintah Kota Bekasi terus gencar melakukan rapid test secara acak ke sejumlah warga maupun kelompok warga.

Rapid test itu dilakukan agar dapat mengetahui peta penyebaran dan kasus positif baru.

"Semakin kita rapid test semakin banyak bertambah angka. Tapi engga apa, itu jadi langkah antisipasi dan penanganan kita," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabaga, pada Selasa (21/4/2020).

Rahmat menerangkan selain karena rapid test, kenaikan angka kasus Covid-19 karena transmisi lokal.

Tiap beberapa saja selalu ada penambahan kasus baik ODP, PDP dan Positif.

"Saya engga tau ini ya apakah memang pandemi ini sudah sedemikian rupa, ini dari jam per jam perkembangan baik yang ODP, PDP, dan Positif ini 6 jam ini ada tadi kalau engga salah ada kenaikkan 3.

"Jadi sudah 195 orang dan yang meninggal sudah hampir 90-an orang," beber dia.

Rahmat menyebut pihaknya saat ini telah melakukan rapid test terhadap 12.000 lebih warga dan akan terus melakukan rapid test secara acak kepada warga di Puskesmas.

Bahkan pekerja di sejumlah perusahaan bakal dilalukan rapid test.

"Rapid tes tahap 4, kita acak betul, dimana yang belum kita acak betul, terus ditracking pada orang per orang yang dinyatakan positif, mungkin takut ada yang ketinggalan orang-orang yang pernah kontak," katanya.

"Saya yakin ini peningkatannya akan ada dan prediksi saya selaku ketua gugus jika sampai dengan April akhir menembus angka 240-an yang positif maka itu bukan zona merah lagi, sudah melebihi" ungkapnya.

Ketika ditanya penurunan dan kapan selesainya pandemi corona ini, Rahmat berpasrah kepada Allah.

Akan tetapi, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin dan meminta warga untuk mematuhi aturan pemerintah agar cepat berakhir pandemi ini.

"Waduh, Wallahualam Bisoap. Karena kita juga engga lihat musuhnya, yang ada setiap hari bertambah. Bahkan, kemarin 2 ada 7 kan yang meninggal," tandas dia.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari website resmi Pemkot Bekasi, https://corona.bekasikota.go.id, ada 982 ODP (Orang Dalam Pantauan), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 355, dan terkonfirmasi positif sebanyak 195, 52 diantaranya sembuh.

Sedangkan yang meninggal 23 orang terkonfirmasi positif dan 63 orang karena penyakit khusus. (MAZ)

PSBB Kota Bekasi, Wali Kota Sebut Volume Kendaraan Masih Tinggi di Jalan Negara, KRL Sepi Penumpang

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan volume kendaraan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih tinggi.

Hal itu terlihat di sejumlah jalan protokol di Kota Bekasi.

"Nah ini yang masih agak besar ke perbatasan Kota dan Kabupaten di dekat Bulak kapal, itu volumenya masih besar, mobil apalah masih besar karena memang mungkin jalan negara ya," kata Rahmat, di Stadion Patriot Candrabaga pada Selasa (21/4/2020).

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507 Kota Bekasi saat melakukan pemerikasaan terhadap kendaraan di Exit Tol Bekasi Barat, pada Rabu (15/4/2020).
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507 Kota Bekasi saat melakukan pemerikasaan terhadap kendaraan di Exit Tol Bekasi Barat, pada Rabu (15/4/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Rahmat menerangkan jalan negara seperti Jalan Insinyur Juanda, Jalan Sudirman, dan Sultan Agung, menjadi lintasan menuju ke DKI Jakarta.

Semua kendaraan yang hendak ke DKI Jakarta pasti melintasi jalan tersebut.

"Yang pakai motor banyak itu pasti lewat Kota Bekasi ke DKI Jakarta," ucapnya.

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507 Kota Bekasi saat melakukan pemerikasaan terhadap kendaraan di Exit Tol Bekasi Barat, pada Rabu (15/4/2020).
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507 Kota Bekasi saat melakukan pemerikasaan terhadap kendaraan di Exit Tol Bekasi Barat, pada Rabu (15/4/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Sedangkan untuk di sejumlah stasiun, Rahmat mengungkapkan sudah ada penurunan penumpang.

Bahkan kondisinya cukup sepi di beberapa stasiun.

"Saya memastikan perkembangan KRL, Alhamdulillah kalau yang saya lihat tadi di Stasiun Bekasi Timur itu ternyata sudah sepi bangat.

"Apalagi interval waktunya satu jam. Terus saya lari ke Stasiun Bekasi ternyata tinggal 2 ribuan," ungkapnya.

Suasana Stasiun Bekasi di hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Kota Bekasi, Rabu (15/4/2020).
Suasana Stasiun Bekasi di hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Kota Bekasi, Rabu (15/4/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Rahmat menerangkan meskipun penghentian total perjalanan KRL tidak disetujui.

Ia meminta para kepala stasiun agar memastikan protokol kesehatan dan jangan sampai terjadi kerumuman.

"Ya meminta kepada kepala stasiun tadi, pertama tadi jaraknya, distancingnya dijaga, yang kedua masker. Dan pak kepala stasiun sudah bilang klau ga ada masker engga bisa masuk, bagus itu," kata dia.

Rahmat menambahkan untuk penghentian KRL memang dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

Akan tetapi masih ada kebutuhan warga untuk menggunakan KRL.

"Ya itu tadi mereka yang tidak libur, karena beberapa faktor. Mungkin perusahaan strategis nasional, pegawai rumah dan lainnya," paparnya. (MAZ)

Hari ke-6 PSBB Kota Bekasi Masih Banyak Pelanggaran, Wali Kota Minta Petugas Jangan Ragu Bertindak

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta para petugas untuk menindak tegas para pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu disebabkan, di hari keenam PSBB masih saja ditemukan warga melanggar aturan seperti tak mengenakan masker, berboncengan maupun tempat usaha yang melanggar ketentuan.

"Tadi saya sudah WA (WhatsApp) kepsa semua ketua tim lokasi cek poin, ketua timnya adalah Polantas.

"Kita minta pak Kapolres dan teman-teman Muspika dan Danramil, Kapolsek yang ada di lapangan 1-2 hari persuasif, 3-4 warning, nah 5 dan seterusnya ini harus penegakan tegas," ujar Rahmat kepada awak media di Stadion Patriot Candrabaga, pada Senin (20/4/2020).

Pria yang disapa Pepen itu menegaskan para petugas jangan ragu untuk melakukan tindakan tegas jika ada warga yang masih tak patuh.

Jika ke depan warga yang melanggar orang yang sama, maka harus dilakukan tindakan tegas bukan lagi sosialisasi dan peringatan.

"Makanya tadi kalau ditemukan yang bandel dan sudah tercatat suruh putar balik atau seperti yang pak Dirlantas bilang ya sudah penegakan ada formulir khusus dan itu kita lakukan dalam rangka penegakan yang ada," ungkap Pepen.

Pepen menyebut jika mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina itu pelanggarnya bisa dikenakan hukuman penjara satu tahun kurungan dan atau denda Rp 100 juta.

Akan tetapi, itu menjadi jalan terakhir dilakukan.

"Kondisi sekarang ini kita harus terus berbesar hati, dan memberikan pendidikan, himbauan tapi tetap ada ketegasan.

"Dalam kondisi masyarakat seperti ini sekarang ini sedang susah, tapi kalau warga masih bandel padahal sudah dikasih surat itu ya terpaksa bisa pidana," papar dia.

Ada 3 Cara Dianggap Ampuh Cegah Virus Corona

Sejumlah cara untuk mencegah agar tak terjangkit Virus Corona bermunculan, menyusul maraknya kasus Virus Corona di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah Indonesia mengumumkan warganya positif terjangkit Virus Corona yang mematikan pada Senin (2/3/2020) berselang.

Kabar terbarunya menyebutkan kalau ramuan empon-empon punya khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindari dari Virus Corona..

Ada 3 Cara Dianggap Ampuh Cegah Virus Corona, Mulai dari Ramuan Empon-empon hingga Suplemen
Ada 3 Cara Dianggap Ampuh Cegah Virus Corona, Mulai dari Ramuan Empon-empon hingga Suplemen (shutterstock)

Kabar tersebut empon-empon bisa tangkal Virus Corona sontak saja bikin empon-empon naik daun hingga langsung jadi buruan masyarakat seperti Pasar Wonokromo Surabaya.

Tapi ternyata, selain empon-empon, beredar juga kabar kalau daun Sambiloto dan suplemen daya tahan tak kalah ampuh mencegah Virus Corona.

Berikut sejumlah cara yang dianggap ampuh mencegah Virus Corona dan terlanjur viral, dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Sempat Viral, 3 Metode Ini Dianggap Dapat Tangkal Virus Corona, Apa Saja?'

1. Ramuan empon-empon

Salah satu profesor di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Prof. Dr. drh Chairul Anwar Nidom mengklaim, ramuan jahe yang disebut "empon-empon" memiliki khasiat untuk mencegah penularan Virus Corona atau Covid-19 dalam tubuh.

Ia mengungkapkan, ramuan empon-empon terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, sereh, dan bahan lainnya.

Digadang-gadang dapat menangkal Virus Corona, disebutkan bahwa empon-empon mengandung curcumin yang berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru.

Nidom mengatakan, sitokin merupakan senyawa sel (respons) imun sebagai reaksi terhadap keberadaan virus.

"Jadi, sebetulnya sitokin merupakan fungsi positif, tetapi punya efek negatif yaitu merusak sel di sebelahnya.

Sitokin inilah yang menyebabkan tubuh menjadi panas kalau seseorang terinfeksi kuman," ujar Nidom kepada Kompas.com baru-baru ini.

Terkait pembuatan empon-empon, Nidom mengaku, resep tersebut awalnya berdasarkan formulasi yang dibuat ketika wabah flu burung merebak pada 2008 lalu.

Lalu, bagaimana cara membuatnya? berikut resep membuat temulawak, dikutip dari hellosehat.com.

Resep jamu temulawak 1

Bahan-bahan

- 50 gr temulawak
- 20 gr asam kawak tanpa biji
- 25 gr kencur
- 10 gr jinten
- 100 ml air matang
- 100 gr gula aren
- 2 lembar daun pandan
- 1 liter air

Cara pembuatan:

Pertama, iris temulawak dan kencur lalu sangrai dalam wajan.

Kedua, campurkan temulawak dengan asam kawakm jinten dan 100 ml air matang menggunakan blender.

Ketiga, didihkan air dengan gula dan daun pandan hingga larut.

Keempat, campurkan semua bahan yang telah diolah tadi (air gula dan campuran temulawak) hingga rata, lalu saring.

Kelima, sajikan dalam keadaan hangat atau dingin sesuai selera.

Resep jamu temulawak 2

Bahan-bahan

- 30 gr temulawak
- 2 jari asam jawa
- 7 siung bawang putih
- 30 gr sambiloto
- 500 ml air

Cara pembuatan:

Pertama, cuci semua bahan hingga bersih.

Lalu haluskan temulawak dan bawang putih dengan cara diparut atau pun diblender.

Setelah itu masukkan bahan yang telah dihaluskan ke dalam panci berisi ari.

Kemudian didihkan, setelah selesai saring dan sajikan selagi hangat.

Resep jamu temulawak 3 (resep paling sederhana)

Siapkan 2 jari rimpang temulawak segar dan 1 sendok makan madu.

Cara pembuatan :

Kupas kulit temulawak, kemudian cuci bersih dengan air matang.

Setelah itu, parut rimpang temulawak dan saring parutan ke dalam gelas.

Tambahkan 1/2 gelas air panas, lalu saring ampasnya.

Tambahkan madu sesuai selera dan aduk rata, lalu sajikan selagi hangat.

Resep jahe dan kunyit

Selain temulawak, bahan herbal yang bisa digunakan untuk meningkat daya tahan tubuh adalah jahe dan kunyit. 

Berikut tiga resep yang bisa dicontoh di rumah.

1. Wedang Jahe Simple

Bahan:
1 ruas jahe (cuci bersih & memarkan)
1 batang serai (cuci bersih & memarkan)
2-3 sdm madu(sesuai selera)
1 buah jeruk lemon/nipis (peras airnya)
1 batang kayu manis
2 butir cengkeh
400 ml Air panas (mendidih)

Cara Membuat:

- Memarkan jahe dan serai hingga pipih.

- Siapkah gelas besar, masukan semua bahan lalu tuang air panas ke dalam gelas. Aduk rata, tunggu hangat lalu siap untuk di minum. 

2. Wedang Jahe Kunyit Sere

Bahan:
Air secukupnya
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
1-2 batang sere
2-3 iris lemon
Madu secukupnya

Cara Membuat:

- Rebus air hangat, masukkan sere, kunyit dan jahe yg sudah di kupas dan di geprek.

- Masukkan lemon ke gelas sebentar, setelah itu angkat lemon dan peras.
  
- Tunggu air sedikit hangat lalu masukkan madu. Aduk dan siap dinikmati.

3. Bandrek atau Wedang Jahe

Bahan:
250 gram jahe merah
10 batang sereh
1/2 sdm cengkeh
1/2 sdm merica hitam
10 cm kayu manis
1 sdt garam
250 gram gula aren
2 sdm gula putih
2,5 liter Air putih

Cara Membuat:

- Kupas jahe dan cuci hingga bersih. Lakukan hal serupa untuk sereh, cengkeh, dan kayu manis.

- Haluskan merica kemudian geprek jahe, sereh dan cengkeh. Lalu masukkan semua kedalam panci bersama bahan-bahan lainnya. Didihkan dengan api sedang hingga aromanya keluar

- Cicip rasanya apabila kurang manis boleh ditambah gula atau madu. Bandrek ini akan terasa kuat aroma dan rasanya apabila dibiarkan semalaman.

2. Sari Daun Sambiloto

Tak hanya empon-empon, saripati daun Sambiloto juga disebut mampu menjadi referensi pencegahan Virus Corona.

Sebelumnya, saripati daun Sambiloto dipercaya untuk menyembuhkan penyakit malaria.

Namun, antara penyakit Covid-19 dengan malaria dinilai memiliki kemiripan.

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof. Mohammad Nasih mengatakan, manfaat saripati daun sambiloto telah mendapat pengakuan dunia.

Adapun manfaat tersebut diperoleh melalui proses penelitian.

"Dengan beberapa rempah itu, semua sudah melalui proses penelitian.

Salah satu yang mendapat pengakuan dunia adalah saripati dari sambiloto yang mempunyai manfaat obat untuk malaria," ujar Nasih.

"Kita tahu, obat herbal tersebut dapat dijadikan sebagai referensi pencegahan masuknya Virus Corona dalam tubuh, karena virusnya sangatlah mirip (dengan virus malaria)," lanjut dia.

3. Suplemen daya tahan

Selain itu, alternatif penangkalan lain yang ramai di media sosial yakni menggunakan suplemen daya tahan tubuh.

Berbondong-bondong orang membeli suplemen tersebut karena dipercaya dapat mencegah penularan Virus Corona.

Hal tersebut dibantah oleh Ahli gizi DR. dr. Tan Shot Yen.

Menurutnya, orang sehat tidak butuh konsumsi suplemen.

Sebab, percuma jika seseorang menjaga daya tahan tubuh dengan suplemen sementara orang tersebut masih mengonsumsi pangan ultraproses yang sudah menjadi candu.

Adapun makanan ultraproses adalah makanan yang diolah sedemikian rupa agar lebih diminati oleh konsumen dengan proses yang lebih panjang.

Kemudian, tindakan pencegahan lain yang dirasa perlu dilakukan yakni agar orang-orang membiasakan diri terkena sinar matahari, berolahraga dan rajin bebersih rumah.

Untuk metode pencegahan lain dapat dilakukan dengan memakai masker. Jangan menunggu ketika ada orang bersin atau batuk terlebih dahulu. (Putra Dewangga Candra Seta)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 3 Cara Dianggap Ampuh Cegah Virus Corona & Terlanjur Viral, Ada Ramuan Empon-empon hingga Suplemen

Simak Ciri-ciri Orang Terinfeksi Virus Corona, Lakukan 11 Cara Ini untuk Pencegahan

Pihak pemerintah Indonesia telah mengumumkan warganya positif terjangkit Virus Corona yang mematikan pada Senin (2/3/2020) berselang.

Virus ini mirip dengan sindrom pernapasan akut parah yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian.

Dilansir thewuhanvirus.com, virus ini telah tersebar dan menjangkit korban hingga 88.994 orang di seluruh negara, hingga menyebabkan 3.039 orang meninggal.

 
Indonesia telah dipastikan positif Virus Corona, hal ini disampaikan langsung oleh pemerintah.

Dilansir dari tayangan YouTube sekretariat presiden, terdapat dua orang warga negara Indonesia yang terjangkit Virus Corona.

Informasi ini juga disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan hari ini (2/3/2020).

Lalu sebenarnya apa itu Virus Corona yang dapat mematikan ini? Apa penyebab umum tersebarnya Virus Corona?

ILUSTRASI Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan - Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona.
ILUSTRASI Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan - Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona. (EPA via AlJazeera)

Virus Corona ini merupakan virus jenis baru ini bernama 2019 Novel Coronavirus (2019-nCov) yang pertama kali menjangkit wilayah China.

Corona virus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan seperti flu biasa, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Dalam beberapa kasus, virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronkitis.

Virus ini tersebar dari hewan ke manusia, dalam Journal of Medical Virology , mengatakan bahwa 2019-nCoV kemungkinan berasal dari ular.

Seorang warga Wuhan China tumbang di jalanan diduga terivensi virus Corona.
Seorang warga Wuhan China tumbang di jalanan diduga terivensi virus Corona. (Capture Youtube The Global)

Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga memberikan keterangan berdasarkan informasi dari sejumlah kalangan di China yang menyatakan kalau corona berasal dari penularan oleh kelelawar dan sebangsanya.

Lalu apa saja ciri dan gejala dari Virus Corona? Simak gejalanya berikut ini.

Dilansir dari health.kemenkes.go.id, berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri dari virus corona:

Kenali Gejala Virus Corona
Kenali Gejala Virus Corona (kemenkes.go.id)

- demam

- batuk pilek

- sulit bernapas/gangguan pernafasan

- sakit tenggorokan

- letih lesu

Ilustrasi Virus menjangkit Pernapasan
Ilustrasi Virus menjangkit Pernapasan (LG Electronics)

Untuk orang yang terjangkit Virus Corona ini harus segera mendapatkan perawatan khusus seperti di ICU atau perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawanya.

Virus corona dapat menyebar melalui infeksi ke orang lain dari berbagai cara.

Melalui udara dengan batuk dan bersin atau melalui kontak langsung seperti menyentuh atau berjabat tangan.

Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati dan melakukan pencegahan terhadap tersebarnya Virus Corona ini.

Langkah Pencegahan Virus Corona
Langkah Pencegahan Virus Corona (Twitter @WHO))

1. Hindari mengkonsumsi daging dan telur mentah.

2. Hindari area berasap atau merokok.

3. Minum obat segera setelah gejalanya muncul dan jangan biarkan kondisinya menjadi parah.

4. Rajin mencuci tangan setelah bersin atau batuk.

5. Tutup mulut sebelum batuk atau bersin dengan tisu atau siku, atau gunakan masker.

Ilustrasi
Ilustrasi (Andrey_Popov/Shutterstock via mnn.com)

6. Jika Anda yakin telah terinfeksi, hindari kontak dekat dengan orang-orang.

7. Harus berolahraga dan memiliki waktu istirahat yang tepat.

8. Menjauhi area-area keramaian.

9. Bersihkan tangan dengan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol.

Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun.
Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun. (benefitsbridge.unitedconcordia.com)

10. Jika memasak daging untuk dikonsumsi, sebaiknya Anda memperhatikan tingkat kematangan daging dengan baik.

11. Menggunakan perlindungan atau pengaman tubuh ketika akan melakukan kontak dengan binatang liar atau binatang peliharaan.

Jika anda memiliki pertanyaan seputar virus corona, Anda bisa menghubungi 021-5210 411 atau 0812 1212 3119, sebagai langkah kesiapsiagaan penanganan Virus Corona. (Tribunnews.com/Oktaviani Wahyu Widayanti)

Masker dan Cairan Pencuci Tangan Diburu Masyarakat

Apotek Kimia Farma yang berada di kawasan Ruko Varsailles BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Apotek Kimia Farma yang berada di kawasan Ruko Varsailles BSD, Serpong, Tangerang Selatan. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Apotek Kimia Farma di kawasan Ruko Versailles BSD, Serpong, Tangerang Selatan mengaku telah kehabisan stok masker sejak satu bulan yang lalu.

Petugas Apoteker Kimia Farma, Pupsita kelangkaan masker itu terjadi pasca wabah Virus Corona yang ramai diberitakan telah menyebar di berbagai penjuru dunia.

"Sebulan lalu (stok masker kosong), pertama kali virus corona menyebar itu," kata Pupsita saat ditemui di tokonya, Tangerang Selatan, Senin (2/3/2020).

Petugas Apoteker Apotek Kimia Farma, Puspita.
Petugas Apoteker Apotek Kimia Farma, Puspita. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Ia menjelaskan kekosongan masker juga diakibatkan melonjaknya harga jual dan beli masker.

Hingga saat ini pihaknya mengaku belum mendapatkan stok pengadaan masker.

Selain itu, Puspita mengatakan para pelanggan turut mencari perlengkapan alat lain dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Menurutnya perlengkapan alat yang diburu berupa cairan pencuci tangan atau hand sanitizer.

"Hand sanitizer. Paling itu-itu saja yang dicari dan sudah enggak nyetok," jelasnya.

Seperti diketahui, wabah virus corona telah merebak ke Indonesia hingga menginfeksi dua Warga Negara Indonesia (WNI).

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara pada Senin (2/3/2020). (m23)

Warga Serpong Mengaku Kesulitan Mendapati Masker

Kabar wabah virus corona yang telah menginfeksi dua Warga Negara Indonesia (WNI) membuat masyarakat bersiaga mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Antisipasi dilakukan masyarakat dengan menggunakan masker sesuai arahan pemerintah dalam melakukan aktifitas kesehariannya.

Pantauan Wartakotalive.com di beberapa tempat perbelanjaan ataupun apotek yang berada di kawasan Ruko Versailles BSD, Serpong, Tangerang Selatan mengaku kehabisan stok masker yang bayak diburu oleh warga sekitar.

Henka warga BSD Serpong, Tangerang Selatan.
Henka warga BSD Serpong, Tangerang Selatan. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Kelangkaan masker di beberapa toko retail maupun apotek itu pun membuat resah warga yang mencarinya.

Henka (44) warga Serpong, Tangerang Selatan mengatakan kesulitan mencari masker di beberapa tempat perbelanjaan maupun apotek yang dikunjunginya.

"Kesulitan ya. Karena memang sudah banyak orang yang cari (masker), pokoknya dimana-mana ramai," katanya saat ditemui di Apotek Kimia Farma kawasan Versailles BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/3/2020).

Ia mengaku kebutuhan masker dikarenakan dirinya yang mau menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Ditabah kondisi badannya yang diakui sedang dalam kkndisi yang kurang sehat.

"Karena besok mau ke bandara, jadi karena kondisi badan kurang sehat kita cari masker. Sekarang lagi musim wabah Corona masuk ke Indonesia," jelasnya.

Emmanuel Cristo (50) warga BSD Serpong, Tangerang Selatan.
Emmanuel Cristo (50) warga BSD Serpong, Tangerang Selatan. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Kesulitan mendapati masker turut dirasa warga Serpong lain, Emmanuel Cristo (50).

Cristo mengaku membutuhkan masker karena kondisi dari ketiga buah hatinya yang sedang menderita penyakit flu dan batuk.

Menurutnya kebutuhan masker bagi ketiga anaknya sangat dibutuhkan mengingat wabah Virus Corona yang santer telah merebak ke Indonesia.

"Tujuannya saya mau beli masker. Karena yang kemarin ada acara kehujanan, jadi anak saya pilek tiga-tiganya. Saya takut nularin orang," kata Cristo dikesempatan yang sama.

"Kan kalau pemerintah bilang, kita yang sakit yang bukan corona hanya flu supaya orang lain enggak ketularan kita pakai masker begitu. Biar enggak disangka yang enggak-enggak juga," sambungnya.

Selain itu, warga mengaku agar pemerintah dapat segera mengantisipasi merebaknya wabah Virus Corona di Indonesia.

Antisipasi tersebut diharapkan berupa penanggulangan kelangkaan masker bagi masyarakat ditengah gencarnya wabah Virus Corona.

"Harapan ke pemerintah supaya cepat di antisipasi saja, gimana caranya lebih banyak memproduksi masker. Tapi memang harus diperhatikan kebersihannya, steril. Karena memang ada kabar-kabarnya itu masker di bikin asal-asalan karena mengejar target," kata Henka.

"Jadi kan otomatis ya enggak steril, secara kan kita untuk menghindari wabah masker harus steril," tandasnya. (m23)

Gara-gara Warga Depok Positif Virus Corona, Masyarakat Serbu Hypermart Kelapa Gading

Hypermart Bella Terra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, diserbu warga untuk memborong sejumlah kebutuhan pokok.

Aksi borong kebutuhan pokok itu terjadi seusai Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua warga Depok tertular Virus Corona.

Berdasarkan pantauan di Hypermart , antrian pembeli tampak mengular di sejumlah kasir.

Saking panjangnya beberapa di antara mereka berdiri sampai ke lorong makanan.

Sementara lorong-lorong barang di Hypermart Kelapa Gading sebagian besar mulai menipis seperti beras, minyak, gula, tisu, daging, sayur hingga mi instan dari berbagai merk.

 Anies Baswedan Sebut Situasi Mulai Genting Terkait 2 Warga Depok Positif Virus Corona

 Jangan Paranoid, Begini Tips Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan Virus Corona

Seorang pembeli, Rudi (35) mengaku membeli barang-barang kebutuhan pokok karena takut Virus Corona menyebar luas dalam hitungan hari seperti di China, Jepang, dan Korea Selatan.

“Sengaja stok untuk 14 hari mas,” katanya, Senin (2/3/2020).

Beberapa barang yang dibeli Rudi seperti beras, mi instan, hingga minyak goreng.

Menurut Rudi, ketika kota yang terserang Virus Corona tersebar luas, pusat bisnis dan perbelanjaan tutup.

“Daripada kita nggak bisa beli makan, mending kita stok makan dulu,” ucapnya.

 Antisipasi Virus Corona, 80 Halte TransJakarta Disemprot Cairan Disinfektan

 Wabah Virus Corona, Ada 28 Orang Dalam Pemantauan Pemerintah di Banten, Begini Penjelasan Gubernur

Sementara warga lainnya Lucky (45) mengaku membeli bahan makanan hingga dua troli untuk disimpan agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan pekerja rumah tangga-nya.

“Sebelum terisolir, kita stok makanan dulu,” tuturnya.

Staf Customer Service Hypermart Bella Terra Fery mengatakan, biasanya pembeli yang datang tak sebanyak hari ini.

“Sejak tadi siang mas udah banyak warga ke sini. Katanya  setelah dengar Presiden Jokowi bilang ada positif (virus) Corona,” katanya.

Menjelang siang, sebanyak 15 kasir dibuka seluruhnya untuk melayani pembeli yang sudah mengantre panjang.

“Ini aja sekarang stok kami mulai tipis,” ucapnya.

Cegah Penyebaran Virus Corona Meluas, Ridwan Kamil: Jaga Kesehatan Tubuh, Lapor Kalau Ada Gejala

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Depok akan segera melakukan isolasi terhadap tempat tinggal korban yang positif terjangkit Virus Corona.

Hal itu dilakukan setelah pihak terkait selesai melakukan tindakan berupa penyemprotan disinfektan di rumah korban.

"Sehingga dengan demikian warga di sekelilingnya tetap beraktivitas seperti biasa dan melapor itu kalau ada gejala. Kalau ngga ada gejala ya ngga usah," kata Ridwan Kamil kepada wartawan seusai memberikan bantuan 10 ribu masker kepada Pemkot Depok di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (2/3/2020).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menyerahkan bantuan dari Provinsi Jabar ke Pemkot Depok di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok, Senin (2/3/2020)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menyerahkan bantuan dari Provinsi Jabar ke Pemkot Depok di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok, Senin (2/3/2020) (Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia)

Hingga detik ini, Emil mengatakan belum ada bukti bahwa peredaran Virus Corona di Indonesia terjadi di Depok ataupun di rumah korban.

"Tetapi sebagai jaga-jaga ya kita isolasi rumahnya (korban Virus Corona).

"Tetangganya juga sudah kita monitor, kalau ada tetangga yang menunjukkan gejala bisa langsung melapor," kata Emil.

Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020).
Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)

Dari keterangan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Emil mengatakam Virus Corona tidak berpindah-pindah pada benda mati seperti dinding, meja, ubin dan lainnya.

"Karena dia beberapa jam saja sudah mati. (Virus Corona) hanya berpindah di makhluk hidup," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, virus Corona atau Covid 19 ini berkaitan dengan imunitas.

Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020).
Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)

"Bagi warga yang kondisi tubuhnya fit ya ngga perlu khawatir, beraktifitas seperti biasa saja. Makin bugar makin sulit virus ini menyerang kita," kata Emil.

Kalaupun ada gejala, Emil mengimbau warga untuk segera melapor baik itu yang dialami oleh diri sendiri maupun teman atau tetangga.

Untuk memudahkan informasi bagi warga, Emil mengatakan Pemprov Jabar dan Pemkot Depok akan membuat Covid Crisis Center.

Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020).
Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)

"Besok (3/3/2020) Depok akan bentuk Covid Crisis Center yang dipimpin langsung Wali Kota dan saya juga akan melakukan yang sama, agar nantinya informasi sifatnya satu pintu," papar Emil.

Di Depok sendiri, Emil mengatakan Pemkot telah menyiapkan satu lantai khusus di RSUD Kota Depok dengan kapasitas 30 orang sebagai ruang bagi pasien yang memiliki gejala-gejala Covid 19.

"Kalau pihak (rumah sakit) swasta mau bergabung ya silakan," tutur Emil.

Warga Diminta Tak Panik dan Tak Perlu Memakai Masker Bagi yang Sehat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warga jangan panik dengan ditemukannya dua warga Depok yang positif terkena Virus Corona.

Diantaranya dengan tidak menggunakan masker ataupun melakukan penimbunan masker.

"Kami sudah koordinasi dengan Polda Jabar dan kepolisian untuk mengantisipaai adanya penimbunan, kalau memang ada akan dilakukan tindakan hukum," papar Ridwan Kamil saat menyerahkan bantuan 10 ribu masker ke Pemkot Depok di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (2/3/2020).

Sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan bahwa mereka yang sehat untuk tidak menggunakan masker.

 Warga Depok Positif Virus Corona, Dinas Kesehatan Kota Bekasi Minta Warga Jangan Panik

"Merujuk omongan Menkes, masker itu untuk orang yang sakit, jangan sampai orang-orang yang membutuhkan masker kehabisan gara-gara diborong sama yang sehat," papar Emil.

Dalam kunjungannya memantau langsung kejadian yang menimpa warga Depok ini, Emil juga menyerahkan bantuan berupa 10 ribu masker kepada Pemkot Depok.

"Kami bawa 10 ribu masker yang kami titipkan di Pemkot untuk disimpan di titik-titik pelayanan kesehatan puskesmas, klinik, rumah sakit," kata Emil.

 Seusai Presiden Jokowi Tetapkan 2 WNI Positif Virus Corona, Harga Masker naik 7 Kali Lipat

"Jaga-jaga kalau ada yang sakit membutuhkan masker di lapangan," paparnya.

Terkait berita-berita disejumlah sosial media yang menggambarkan warga yang memborong sembako, Emil mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan.

Sebab, menurutnya suplay dan demand sembako Indonesia khususnya Jabar masih normal dan tak ada persoalan apapun.

 Begini Kondisi Terbaru 2 Warga Depok yang Positif Virus Corona

"Berita-berita (warga borong sembako) ini kan bikin panik sehingga terjadi panik bait," kata Emil.

"Kalaupun ada kejadian (Corona menyebar), Indonesia telah menyiapkan 100 rumah sakit, Jabar juga menyiapkan 28 RS daerah termasuk RS Hasan Sadikin (Bandung)" papar Emil.

Begini Tips Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan Virus Corona

Mengenal lebih dini tentang virus corona atau  COVID-19, dapat meningkatkan kewaspadaan dengan tahu bagaimana pencegahannya.

Melakukan pola hidup sehat dan bersih adalah pencegahan paling efektif.⁣

Belakangan muncul kekhawatiran masyarakat terkait temuan dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus mematikan itu.

Masyarakat jadi sedikit was-was ketika berinteraksi dengan orang.

Sebenarnya tidak perlu panik secara berlebihan atau sampai paranoid.

 Takut Virus Corona, Banyak Undangan Batal Datang ke Pernikahan Jessica Iskandar-Richard

 Temuan Corona di Indonesia Mulai Bikin Panik, Warga Borong Bahan Makanan Pokok di Sejumlah Swalayan

Apalagi sampai takut beraktifitas, hingga takut pergi ke kantor.

Kewaspadaan adalah hal yang perlu dilakukan, termasuk melakukan antisipasi sejak dini.

Nah, agar Anda merasa tenang ketika bekerja di kantor, berikut sejumlah tips yang dibagikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta supaya suasana kantor tetap kondusif dan tidak ada ketakutan dari karyawan adanya penyebaran virus ini di lingkungan kerja.

1.      Jaga tempat kerja agar tetap bersih dan higienis⁣

2.      Rutin cuci tangan secara bersih dan menyeluruh

3.      Terapkan etika bersin dan batuk yang benar

4.      Imbau kolega atau kerabat yang sakit untuk beristirahat di rumah

5.      Perhatikan peringatan perjalanan/travel warning dari pemerintah sebelum melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

 Dua Warga Depok Positif Terjangkit Corona, Ayu Tingting Terperanga dan Bilang Begini

 Awalnya Tegar, Lalu Airmatanya Membuncah Saat Nikita Mirzani Kenang Diperiksa Polisi Saat Hamil

Cara cuci tangan yang dianjurkan

Salah satu cara pencegahan agar terhindar dari Virus Corona adalah berperilaku hidup bersih dengan mencuci tangan.

Pasalnya, dengan mencuci tangan penyebaran Virus Corona bisa diminimalisir.

Namun, sampai saat ini masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar agar terhindar Virus Corona.

Masyarakat diminta untuk melakukan perilaku hidup sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) setiap hari.

Satu cara sederhana untuk melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit adalah mencuci tangan pakai sabun.

Diketahui, Virus Corona dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia.

Satu cara virus ini masuk ke dalam tubuh melalui sentuhan.

Virus yang menempel di telapak tangan masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, dan lainnya.

 Ria Ricis Ngebet Nikah, Keluarganya Belum Merestui Sang Pacar, Wildansyah Tuliskan Kalimat Keyakinan

 Belum Ada Titik Terang Pencabutan Penangguhan Umrah, Masyarakat Diimbau Tak Buru-buru Lakukan Refund

Sebagai langkah pencegahannya, Anda sebaiknya rajin mencuci tangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah memberi rekomendasi serangkaian langkah untuk mengatasi Virus Corona yang memiliki karakteristik mirip dengan SARS dan MERS.

Cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO adalah menggunakan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol.

1. Basahi tangan pakai air.

2. Pakai sabun/hand rub secukupnya di telapak tangan.

3. Usap dan gosokkan kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar hingga merata.

4. Usap dan gosok kedua punggung tangan secara bergantian.

 5. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.

6. Gosok punggung jari dengan jari saling bertautan dalam posisi mengunci.

7. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.

8. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

9. Bilas tangan pakai air mengalir hingga bersih.

10. Keringkan tangan menggunakan handuk/tisu sekali pakai.

11. Gunakan tisu/handuk sekali pakai untuk membersihkan keran air.

12. Kini, tanganmu telah bersih.

Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020).
Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)
Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020).
Warga Depok yang tinggal di Kawasan rumah terduga Virus Corona, memakai masker antisipasi mewabahnya virus tersebut, Senin (2/3/2020). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ciri-ciri Orang yang Terinfeksi Virus Corona, Lakukan 11 Cara Ini untuk Pencegahan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved