Breaking News:

PSBB Bekasi

PSBB Kota Bekasi, Volume Kendaraan di Ruas Jalan Negara Masih Tinggi

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan volume kendaraan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih tinggi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Max Agung Pribadi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat meninjau PT Gold Coin yang masih beroperasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, volume kendaraan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih tinggi.

Hal itu terlihat di sejumlah jalan protokol di Kota Bekasi.

"Nah ini yang masih agak besar ke perbatasan Kota dan Kabupaten di dekat Bulak kapal, itu volumenya masih besar, mobil apalah masih besar karena memang mungkin jalan negara ya," kata Rahmat, di Stadion Patriot Candrabaga, pada Selasa (21/4/2020).

Hari ke-6 PSBB Kota Bekasi Masih Banyak Pelanggaran, Wali Kota Minta Petugas Jangan Ragu Bertindak

Rahmat menerangkan jalan negara seperti Jalan Insinyur Juanda, Jalan Sudirman, dan Sultan Agung, menjadi lintasan menuju ke DKI Jakarta.

Semua kendaraan yang hendak ke DKI Jakarta pasti melintasi jalan tersebut.

"Yang pakai motor banyak itu pasti lewat Kota Bekasi ke DKI Jakarta," ucapnya.

Sedangkan untuk di sejumlah stasiun, Rahmat mengungkapkan sudah ada penurunan. Bahkan kondisinya cukup sepi dibeberapa stasiun.

"Saya memastikan perkembangan KRL, Alhamdulillah kalau yang saya lihat tadi di Stasiun Bekasi Timur itu ternyata sudah sepi bangat. Apalagi interval waktunya satu jam. Terus saya lari ke Stasiun Bekasi ternyata tinggal 2 ribuan," ungkapnya.

Warga Cirendeu Hilir Lakukan Semi Lockdown, Namun Tak Terapkan Aturan PSBB Kota Tangsel

Rahmat menerangkan meskipun penghentian total perjalanan KRL tidak disetuji. Ia meminta para kepala stasiun agar memastikan protokol kesehatan dan jangan sampai terjadi kerumuman.

"Ya meminta kepada kepala stasiun tadi, pertama tadi jaraknya, distancingnya dijaga, yang kedua masker. Dan pak kepala stasiun sudah bilang klau ga ada masker engga bisa masuk, bagus itu," kata dia.

Rahmat menambahkan untuk penghentian KRL memang dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Akan tetapi masih ada kebutuhan warga untuk menggunakan KRL.

Ada 18.000 Pelanggar PSBB di Jakarta dan Sekitarnya yang Diberikan Surat Teguran

"Ya itu tadi mereka yang tidak libur, karena beberapa faktor. Mungkin perusahaan strategis nasional, pegawai rumah dan lainnya," paparnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved