Serie A
Pernah Dicampakkan Max Allegri, Gelandang Al-Duhail Ini Masih Merasa Sakit Hati
Medhi Benatia mengaku masih mencintai Juventus, namun terpaksa pergi karena Max Allegri ingkar janji. Benatia lebih sering duduk di bangku cadangan
Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
Medhi Benatia akhirnya angkat bicara mengapa dia meninggalkan Juventus dan memilih bermain di klub Qatar Al-Duhail sejak Januari 2019 lalu. Benatia menyebut pelatih Juventus saat itu Max Allegri tidak menyukainya. Padahal Benatia selalu tampil bagus setiap kali mendapat kesempatan.
"Allegri ingkar janji. Ketika kami melakukan tur pramusim, dia mengatakan saya dan Giorgio Chiellini akan menjadi pemain inti, sementara Leonardo Bonucci menjadi pemain pelapis. Yang terjadi justru sebaliknya, saya yang lebih banyak duduk di bangku cadangan," kata Benatia.
"Saya mencetak dua gol di final Coppa Italia dan kami kemudian berbicara mengenai perpanjangan kontrak. Tapi saya kemudian menemukan fakta, lebih banyak duduk di bangku cadangan. Saya merasa tidak memiliki masa depan di Juventus dan itulah sebabnya saya pergi," imbuh bek berpaspor Maroko ini.
Meski demikian hubungannya dengan pemai-pemain Juventus masih terjalin baik. Benatia bahkan sering berkomunikasi dengan Cristiano Ronaldo. Dia yakin kapten Timnas Portugal itu akan meraih banyak sukses bersama Nyonya Tua.
"Saya selalu mengikuti perkembangan Juventus, terutama Ronaldo. Sudah pasti dia pemain terbaik dunia. Otaknya sangat cerdas, dan sangat cepat dalam mengambil keputusan. Saya senang menjadi sahabatnya dan saya berharap dia mendapat banyak trofi bersama Juventus," ujar mantan bek Bayern Muenchen ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/massimiliano-allegri_20180805_162022.jpg)