Senin, 18 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

KOWANI Ungkap Kekerasan Dalam Rumah Tangga Marak Akibat Pandemi Virus Corona

KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) yang telah lahir sebelum Negara Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, tetap melaksanakan perannya.

Tayang:
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
warta kota
KOWANI memberikan bantuan APD kepada petugas medis. 

KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) yang telah lahir sebelum Negara Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, tetap melaksanakan perannya sebagai Ibu Bangsa terutama dalam menghadapi pademi Covid-19.

Sebagai ormas wanita terbesar yang memiliki 98 anggota ormas yang berada diseluruh Indonesia itu terpanggil untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak virus corona.

Bantuan tersebut diberikan lantaran perempuan yang paling terdampak akibat bencana ini.

Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa perilaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)) banyak terjadi akibat tekanan ekonomi, tekanan mental dan psikologis dalam keluarga. Dan yang paling menderita adalah perempuan.

KOWANI memberikan bantuan APD kepada petugas medis.
KOWANI memberikan bantuan APD kepada petugas medis. (warta kota)

"Kami mengambil langkah-langkah membentuk posko Covid-19. Pembentukan posko itu untuk memperlancar pemberian bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terkena PHK dan masyarakat yang sangat memerlukan. Selain itu juga KOWANI memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD)," kata Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto, di Jakarta, Selasa (22/4/2020).

Giwo Rubianto menyatakan bahwa KOWANI juga memberikan bantuan spiritual berupa konseling untuk masyarakat lansia yang berada di Washington DC, Amerika Serikat.

Bantuan tersebut dilakukan bekerja sama dengan KBRI Washington dan Pos Kesehatan Diaspora Indonesia di Amerika secara virtual.

Konseling psikologis juga dilakukan terhadap masyarakat anggota KOWANI.

"Untuk keberadaan perempuan-perempuan di pelosok yang tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan konseling secara virtual, KOWANI sangat berharap pemerintah dalam hal ini, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pak Lurah, Pak Kades, Pak RW, dan Pak RT untuk aktif mengedukasi dan memberikan konseling kepada masyarakat agar tak terjadi lagi kekerasan terhadap perempuan," tutur Giwo.

Dalam menyambut Hari Kartini, lanjut Giwo Rubianto, KOWANI berharap agar semangat Habis Gelap Terbitlah Terang yang telah diperjuangkan oleh Kartini di masa lampau tidak terkikis oleh situasi dan kondisi yang sangat menekan akibat pandemi Covid-19.

Semangat kesetaraan gender dalam berbagai bidang yang diperjuangkan Kartini tetap menyala di hati dan kalbu para perempuan Indonesia.

"Para Founding Mother's yang telah mendirikan KOWANI di masa lalu dengan visi " Ibu Bangsa Merdeka melaksanakan Dharma " sampai detik ini tetap memperjuangan kemerdekaan yang hakiki bagi seluruh perempuan Indonesia dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai perempuan yaitu, hamil, melahirkan dan menyusui. KOWANI hanya berharap dan berdoa, agar para perempuan di manapun berada teruslah berjuang, karena di tangan perempuanlah terletak kebahagian dan ketenangan pada seluruh anggota keluarga," tandas Giwo.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved