Breaking News:

Virus Corona

Ketua IDI Sebut Korban Meninggal Covid-19 Capai 1.000 Orang, Ini Tanggapan Ketua Gugus Tugas

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan angka kematian dari pasien positif Covid-19 di Indonesia sudah tepat.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (6/4/2020) 

Angka tersebut berbeda dengan yang terakhir disampaikan oleh juru bicara pemerintah terkait Covid-19 Achmad Yurianto yakni 535 orang.

Daeng menjelaskan, jumlah 1.000 tersebut merupakan gabungan antara data korban meninggal dari pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 dan korban meninggal yang statusnya masih pasien dalam pengawasan (PDP).

Ketua PB IDI dr Daeng M Faqih saat ditemui di kantor pusat IDI, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).
Ketua PB IDI dr Daeng M Faqih saat ditemui di kantor pusat IDI, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Saat dikonfirmasi, Daeng M Faqih menjelaskan bahwa data tersebut ia dapat berdasarkan laporan langsung rumah sakit kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Iya benar, kalau ditambahkan jumlah kematian yang positif Covid-19 dan PDP, itu akan lebih dari 1.000," kata Daeng saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

"Nah itu yang belum disampaikan oleh pemerintah. Kematian dengan status PDP ini banyak, kan tidak mungkin PDP yang meninggal lalu kita katakan itu pasti bukan Covid-19, kan ngga mungkin," lanjut Daeng.

Daeng menjelaskan, PDP yang meninggal kemudian oleh pihak rumah sakit dilaporkan juga sebagai kematian perawatan Covid-19.

Sebab status PDP saat berada di rumah sakit juga dirawat menggunakan prosedur Covid-19 dan saat meninggal dunia juga dimakamkan dengan protokol pemakaman Covid-19.

"Angka PDP ini besar dan tidak bisa dihilangkan begitu saja," tandas Daeng.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua Gugus Tugas Pastikan Angka Kematian Pasien Covid-19 Sesuai Hitungan" Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved