Breaking News:

Kasus Bau Ikan Asin

Vonis Hakim Berbeda dan Dihukum Lebih Lama, Galih Ginanjar Daftarkan Memori Banding ke Pengadilan

Sugiyarto dan tim kuasa hukum Galih Ginanjar lain sudah datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mendaftarkan memori bandingnya, Senin siang.

Penulis: Bayu Indra Permana | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Galih Ginanjar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). Sugiyarto dan tim kuasa hukum Galih Ginanjar lain sudah datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mendaftarkan memori bandingnya, Senin (20/4/2020) siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Galih Ginanjar akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta setelah keberatan dengan vonis hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan.

Galih Ginanjar dinyatakan bersalah melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Fairuz A Rafiq dan dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun 4 bulan.

Sugiyarto, kuasa huku Galih Ginanjar, mengatakan, meski melakukan kesalahan yang sama dengan pasangan Pablo Benua dan Rey Utami, kliennya diganjar hukuman lebih berat.

Tersangka kasus UU ITE dan pencemaran nama baik artis Fairuz A Rafiq yakni Galih Ginanjar (kanan), Rey Utami (kiri), Pablo Benua (tengah), menjalani sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (9/12/2019). Dakwaan kasus pencemaran nama baik di media sosial dengan kata-kata
Tersangka kasus UU ITE dan pencemaran nama baik artis Fairuz A Rafiq yakni Galih Ginanjar (kanan), Rey Utami (kiri), Pablo Benua (tengah), menjalani sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (9/12/2019). Dakwaan kasus pencemaran nama baik di media sosial dengan kata-kata "ikan asin" yang melibatkan mantan suami Fairuz A Rafiq tersebut akan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). (ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama)

"Vonis hakim tidak berkeadilan (untuk Galih Ginanjar)," kata Sugiyarto dihubungi, Senin (20/4/2020).

Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami dinyatakan bersalah karena bersama-sama membuat dokumen atau informasi elektronik bernada pencemaran nama baik dan penghinaan Fairuz A Rafiq.

Perbedaan masa hukuman itu jadi alasan Galih Ginanjar mengajukan banding.

Tiga terdakwa kasus yang dikenal dengan Bau Ikan Asin, yakni Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami dijatuhi hukuman berbeda oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/4/2020).
Tiga terdakwa kasus yang dikenal dengan Bau Ikan Asin, yakni Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami dijatuhi hukuman berbeda oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/4/2020). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Sugiyarto dan tim kuasa hukum Galih Ginanjar lain sudah datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mendaftarkan memori bandingnya, Senin siang.

Pekan lalu, Pablo Benua dijatuhi vonis 1 tahun, 8 bulan dan Rey Utami diganjar 1 tahun, 4 bulan, serta Galih Ginanjar mendapat hukuman paling lama.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved