Breaking News:

Sepi Peziarah, Pendapatan Pedagang Bunga di Pemakaman Wakaf Kedaung Tangsel Merosot Tajam

“Ya kalau dibandingkan dengan tahun lalu ya itu sangat minim sekali sekarang, paling sekitar 30 persen yang masuk.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Warta Kota
Pedagang bungan di area Pemakaman Wakaf Kedaung. (Warta Kota/Rizki Amana). 

Di tengah situasi wabah virus corona yang belum mereda hingga saat ini berimbas terhadap sepinya peziarah di Pemakaman Wakaf Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Tak ayal, sepinya peziarah juga berdampak bagi para pedagang bunga di area makam tersebut.

Seperti dituturkan Nurlaila (55). Ditemui Wartakotalive.com, ia mengaku omzet yang didapatnya menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Sangat berimbas. Menjelang Ramadan, sehari paling Rp 300 ribu. Biasanya bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta kalau lagi ramai,” ucap Nurlaila yang mengaku telah berdagang di area pemakaman selam 15 tahun, Senin (20/4/2020).

Hal senada turut dirasakan Farida (49), rekan Nurlaila.

Farida mengaku hanya bisa pasrah karena barang dagangannya tak kunjung laku akibat sepinya peziarah.

Apalagi, kata Farida, bunga-bunga yang dijualnya itu mudah membusuk bila telah melewati masa dua hari.

“Ya pasrah saja, mau bagaimana. Harga bunga sama saja, kalau enggak laku ya dibuang. Paling bertahan dua hari layu, teus dibuang,” ungkapnya di waktu bersamaan.

Alami penurunan

Kepala Pengurus Pemakaman Wakaf Kedaung, Murtadi mengakui adanya penurunan peziarah makam di tengah situasi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved