Breaking News:

Peluang Usaha

Ini Cara Rimayanti Wardani Langgengkan Bisnis Sambal Roa JuDes-nya, Inovasi dan Tidak Terlena

Terjun di dunia wirausaha menjadi salah satu profesi yang bisa dibilang sangat menjanjikan. Namun, di satu sisi juga penuh risiko.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Rimayanti Wardani, pemilik usaha rumahan Sambal Roa JuDes (juara pedes) 

"Saya tidak pernah menganggap mereka kompetitor. Karena saya yakin, setiap orang sudah ada rejeki dan pasarnya masing-masing..."

‎WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terjun di dunia wirausaha menjadi salah satu profesi yang bisa dibilang sangat menjanjikan. Namun, di satu sisi juga penuh risiko.

Tidak sedikit, di antara para pelaku usaha di awal membangun bisnisnya menuai sukses, akan tetapi dalam perjalanan waktu, gagal untuk mencari cara mempertahankan bisnisnya tersebut.

Oleh sebab itu, mempertahankan bisnis harus dilakukan dengan penuh usaha, tenaga, dan waktu.

Metode Relaksasi HDR Bantu Proses Penyembuhan Pasien Covid-19, Gratis Layanan Terapi 24 Jam

Dukung Kebijakan Pemerintah, Adibal Sahrul dan Mydear Rilis Lagu Di Rumah Saja (Quality Time)

Ramalan Zodiak Senin 20 April 2020 Pisces Serius Karir, Taurus Kendalikan Emosi, Leo Keras Kepala

Pasalnya, diperlukan perhatian yang tidak setengah-setengah dalam mengelolanya, agar bisa bertahan di tengah persaingan dan kemajuan dunia usaha.

Nah, pengalaman seperti itu, sempat dialami Rimayanti Wardani ‎dalam menjalankan usaha rumahannya, yakni memproduksi sambal khas Manado, dari ikan roa dengan label Sambal Roa JuDes (juara pedes).

Lokasi usaha rumahnya ini di Bekasi, Jawa Barat. Juni 2020 nanti, perempuan yang karib disapa Rima ini genap 8 tahun menekuni usaha sambal roa.

Dengan Produk Unggulan Tunaiku, Amar Bank Komitmen Bantu UMKM Hadapi Masa Sulit di Tengah Covid-19

Ini Stimulus Pemerintah untuk UMKM, dari Bebas Pajak Selama 6 Bulan hingga Mudah Ajukan Kredit Baru

Dampak Mitigasi Covid-19, Jokowi Minta Strukturisasi Kredit Dipercepat Bagi UMKM yang Kesulitan

Rima mengungkapkan, perjalanan usaha sambal roa-nya, pada 2018, penjualan produknya sempat menurun tajam.

Hal itu, terkait munculnya banyak kompetitor ‎dan beredarnya pemberitaan seputar peluang usaha, sehingga banyak pelaku usaha sama-sama memproduksi sambel roa.

"Tapi saya tidak pernah menganggap mereka kompetitor. Karena saya yakin, setiap orang sudah ada rejeki dan pasarnya masing-masing," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved