Breaking News:

Ibadah di Rumah Diprotes Tetangga Hanya Miskomunikasi, Kedua Belah Pihak Sudah Saling Minta Maaf

Hendra menghimbau warga agar meningkatkan komunikasi antar umat beragam dan meningkatkan toleransi umat beragama dalam menjalankan peribadatan

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Istimewa
Kesepakatan warga setelah terjadi mis komunikasi perundungan keluarga yang beribadah di rumah semasa PSBB Kabupaten Bekasi berlangsung. 

Aksi protes kegiatan ibadah di sebuah rumah di Kampung Rawasentul RT 01 RW 04 Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, pada Minggu (19/4), dan sempat viral di media sosial, terjadi karena miskomunikasi.

“Sudah clear itu, salah paham aja. Ada miskomunikasi,” kata Kapolsek Cikarang Pusat AKP Somantri saat dikonfirmasi, pada Senin (20/4/2020).

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika ada sekitar 11 orang yang masih satu keluarga melakukan ibadah di rumah.

Ada beberapa yang datang dari luar itu juga masih satu keluarga dan berdekatan kediamannya.

“Itu sih masih satu keluarga paling 11 orang, ada dari orang luar tapi masih keluarga, pak haji itu tidak tahu,” ucap Somantri.

Kedua pihak juga sudah dipertemukan dan saling memaafkan atas kesalahpahaman tersebut.

“Sudah saling memaafkan, nyelesaikan masalah pada toleransi beragama,” imbuh dia.

AKP Somantri pun mengimbau agar ibadah di rumah dalam jumlah banyak jika masih satu keluarga harus tetap menjaga physical distancing serta tidak mengganggu lingkungan.

“Kalau masih tidak menganggu lingkungan engga masalah. Informasikan juga ke tetangga agar tidak ada salah paham,” paparnya.

Saat dimintai keterangan kepada tokoh agama yang bersangkutan, ia tak bermaksud membubarkan ibadah. Akan tetapi mengingatkan soal Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena jumlah keluarga yang beribadah di rumah itu mencapai 11 orang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved