Breaking News:

Di Luar Warga RW 10 Cirendeu Hilir Tangsel Dilarang Masuk, Transaksi Jual Beli Dititip di Posko!

apabila ada transaksi jual-beli atau go food dan sebagainya. Kita menaruh di posko sebelum itu kita cap dulu apabila di kontak

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Lokasi posko check point warga RW 010, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangsel. 

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, warga RW 010 Cirendeu Hilir, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberlakukan lockdwon (penutupan akses) secara tegas.

Ketua Pemuda RW 010 Cirendeu Hilir, Ferdi Ruliandi mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil kesepekatan warga setempat dalam upaya membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kita berjalan sejak hari Jumat kemarin, 10 April (2020). Jadi sebelum Tangsel mengadakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kita sebagai pemuda ini sudah kerja sama antar RT, RW semua ruang lingkup,” kata Ferdi, kepada Warta Kota saat ditemui di lokasi, Senin (20/4/2020).

Ia menjelaskan langkah itu diambilnya atas keterpedulian warga sekitar terhadap upaya memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona.

Bahkan, ia mengaku sejak berdirinya posko tersebut bantuan demi bantuan terus mengalir hingga operasional posko dapat berjalan hingga saat ini.

“Alhamdulillah setelah pergerakan kita ini, sepanjang kita berbuat seperti ini banyak donasi, donatur yang mengasih tentang kebutuhan. Dan banyak sumbangan dari warga entah materi, makanan dan sebagainya,” jelasnya.

Di sisi lain, Ia mengakui bila tak ada satu pun warga di lingkungannya yang terpapar wabah virus corona.

Menurutnya langkah ini hanya bersifat penutupan akses (lockdown) melalui perizinan posko check point warga tersebut.

“Kita ini untuk mengantisipasi penyebaran terkait Covid-19, saya bikin semi lockdown untuk check point warga sekitar,” kata Ferdi.

Ferdi menjelaskan mekanisme yang dijalankan pada penutupan akses tersebut berupa larangan warga luar untuk memasuki lingkungan.

Bahkan, kelompok warga tersebut memberlakukan kebijakan larangan masuk bagi jasa pengiriman dan ojek online (ojol) untuk dapat memasuki area.

“Untuk warga diluar RW 010 kita larang masuk apabila ada transaksi jual-beli atau go food dan sebagainya. Kita menaruh di posko sebelum itu kita cap dulu apabila di kontak atau dikonfirmasi silakan ambil di posko penjagaan. Jadi anggapnya posko check point saja, kita enggak total lockdown, enggak. Kita bikin semi,” paparnya.

Sementara itu, posko check point warga tersebut beroperasi dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB dengan penjagaan dari para pemuda lingkungan tersebut.

Namun, amat disayangkan saat penjagaan berlangsung terjadi kerumunan penjagaan oleh para pemuda.

Tentu, hal ini sangat disayangkan di saat niat baik para pemuda dengan tidak merealisasikan penerapan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Tangsel.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved