Breaking News:

Virus Corona

Ratusan TKI di Malaysia Terkurung dalam Bangunan karena Lockdown, Makan Rumput untuk Bertahan Hidup

Ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) terkurung di dalam sebuah bangunan yang dikunci dari luar oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

IKMA.
Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terkurung di dalam sebuah bangunan karena pintu utama dikunci dari luar ketika coba masuk melalui celah bawah pintu. Foto: IKMA 

WARTAKOTALIVE.COM, KUALA LUMPUR - Sejak pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan  lockdown atau dalam bahasa setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19, ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) terkurung di dalam sebuah bangunan.

Mahbubi Ali, salah satu pengurus ormas Indonesia di Malaysia, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengatakan, para TKI tersebut terkurung dalam lokasi proyek pembangunan apartemen di daerah Kuchai Lama, Kuala Lumpur karena pintu utama untuk akses keluar-masuk pekerja dikunci oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

 "Mereka tidak bisa keluar membeli bahan makanan karena pintu utama untuk akses keluar-masuk para pekerja ditutup (dikunci). Untuk bertahan hidup, sebagian ada yang makan rumput atau  apa saja  yang bisa dimakan untuk sekadar mengganjal perut," kata Mahbubi ketika menyerahkan bantuan berupa beras dan ubi kepada para TKI tersebut, Sabtu (18/4/2020).

Sebagaimana dikatakan Mahbubi dalam tayangan video yang direkam ketika menyerahkan bantuan kepada para TKI yang terkurung itu, proses penyerahan bantuan dari MES dan Ikatan Keluarga Madura (IKMA) Malaysia terpaksa dilakukan melalui bawah pintu yang terkunci. 

 Wanita Ini Mengamuk Ketahuan Makan di Restoran Bandara, Kena Denda Rp 3 Juta Langgar PSBB

 CIUMAN di Singapura Langsung Denda Rp 6,5 Juta, Peringatan Hotman Paris Terkait Physical Distancing

 MENLU Amerika dan Inggris Peringatkan China untuk Terus Terang, Sebut Virus Corona dari Lab Wuhan

 WAKTU Berjemur di Jakarta yang Efektif Bukan Jam 09:00 atau 10:00, Ini Penjelasan Dokter Kulit RSCM

"Kondisinya begitu mengkhawatirkan. Mereka terkunci dalam kongsinya. Bantuan dari MES dan IKMA berupa beras dan ubi terpaksa kami serahkan melalui bawah gate (pintu) karena kami tidak bisa masuk. Tentu ini belum cukup karena ternyata kami baru tahu ada ratusan TKI yang terkurung," katanya.

Dalam videonya, Mahbubi juga menunjukkan dua orang TKI yang mencoba keluar dan masuk melalui celah di bawah pintu dengan cara terlentang beralaskan kardus.

Sementara menurut keterangan pengurus IKMA, Jamal Al Fateh, sejak pemerintah Malaysia menerapkan PKP pada 18 Maret 2020 lalu, ratusan TKI itu belum pernah mendapat bantuan paket sembako dari pihak mana pun. 

 Belasan Tahun Berkerja Nyaman di Konveksi, Kini Meyni Terancam PHK karena Pandemi Covid-19

"Awalnya, mereka menghubungi MES melalui ketuanya, Kyai Mahbubi Ali dan beliau mengajak kolaborasi IKMA untuk menyalurkan bantuan," kata Jamal.

Terkait pendataan secara online yang dilakukan KBRI Kuala Lumpur, lanjut Jamal, para TKI tersebut sebenarnya sudah mengisi formulir pendataan. Namun, hingga saat ini mereka belum pernah mendapat bantuan apa-apa.  

"Menurut mereka, sudah mengisi formulir pendataan yang dilakukan kedutaan. Akan tetapi, kami tahu bahwa permohonan di KBRI beratus ribu juga. Tadi pihak MES dan IKMA sudah memberitahu mereka, insya Allah besok kami akan kirimkan paket sembako lagi dengan meminta  bantuan pihak kepolisian Malaysia (PDRM) agar bisa mendapatkan akses masuk," ujar Jamal.

 Relawan Sandiuno Salurkan Bantuan Sembako dan APD ke Masyarakat dan Rumah Sakit Terkait Covid-19

Berikut ini video pemyerahan beras dan ubi dari MES dan IKMA dengan narasi yang disampaikan Kyai Mahbubi Ali yang menyebut sebagian TKI ada yang makan rumput untuk bertahan hidup:

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved