Virus Corona Jabodetabek

Banyak Buruh di Bekasi Putus Kontrak Akibat Pandemi Covid-19, Karyawan Tetap Juga Kena Dampak

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bekasi Raya Abdullah mengatakan, buruh kontrak menjadi pihak paling terdampak pandemi Virus Corona.

Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI: Massa buruh berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Upah Kerja Layak Sedunia di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10). 

WARTAKOTALIVE, BEKASI - Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bekasi Raya Abdullah mengatakan, buruh kontrak menjadi pihak paling terdampak pandemi Virus Corona.

Banyak buruh kontrak yang tidak diperpanjang kontraknya demi efisiensi keuangan perusahaan.

"Pekerja yang di-PHK secara formal sifatnya permanen (karyawan) itu tidak ada."

Banyak Warga di Rumah Saja karena Pandemi Covid-19, Kawanan Perampok Alihkan Sasaran ke Minimarket

"Kalau kontrak itu yang tidak perpanjang," kata Abdullah, Sabtu (18/4/2020).

Ia menerangkan, buruh kontrak mulai terdampak sejak pemerintah mengumumkan Covid-19 di Indonesia.

Tiap harinya ada saja buruh kontrak, paruh waktu, atau yang sifatnya tidak permanen, tidak diperpanjang kontraknya.

Pemprov DKI Pertimbangkan Berikan Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Covid-19

"Jadi pengurangan tenaga kerja saat ini adalah yang sifatnya kontrak, paruh waktu tidak diperpanjang."

"Untuk yang permanen masih bisa dipertahankan," ucapnya tanpa menyebut jumlah buruh kontrak yang tak diperpanjang.

Abdullah menuturkan, pekerja di Kota Bekasi ada 600 ribu orang, dan di Kabupaten Bekasi sekitar 1,2 juta.

BREAKING NEWS: Pasien Covid-19 di Indonesia Tembus 6.248 Orang, 631 Sembuh, 535 Meninggal

Komposisinya adalah 20 persen berstatus kontrak, sedangkan 80 persen adalah karyawan tetap.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved