Olimpiade

Komite Olimpiade Internasional Keluarkan Kebijakan Baru untuk Kualifikasi Olimpiade 2020

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerbitkan kebijakan baru terkait sistem kualifikasi usai penundaan Olimpiade 2020 Tokyo akibat wabah covid-19.

ISTIMEWA
Bendera Olimpiade 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekjen National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Ferry Kono mengimbau kepada cabang olahraga (cabor) untuk lebih intensif berkomuniaksi dengan federasi internasional masing-masing demi meloloskan lebih banyak atlet ke Olimpiade 2020 di 2021 mendatang.

Hal itu diungkapkan setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerbitkan kebijakan baru terkait sistem kualifikasi usai penundaan Olimpiade 2020 Tokyo akibat wabah covid-19.

“Hasil komunikasi dan koordinasi ke federasi internasional ini penting untuk dilaporkan kepada NOC sehingga kami dapat membantu melakukan langkah-langkah komunikasi formal untuk membuka peluang lebih banyak atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 2021 nanti,” ucap Ferry Kono, Kamis (16/4/2020).

Poin-poin kebijakan baru itu terdapat di dalam revisi prinsip sistem kualifikaasi terbaru yang terbit pada 30 Maret 2020. NOC menyebut sudah menyebarkan kebijakan baru IOC tersebut kepada masing-masing cabor.

Olimpiade Ditunda, Anthony Sinisuka Ginting Tak Pikirkan Masalah Peak Performance

Salah satu poin yang dibahas IOC yakni batas waktu terbaru dan periode kualifikasi. IOC menyebut batas waktu periode kualifikasi adalah 29 Juni 2021.

“Federasi internasional masing-masing cabang olahraga (cabor) dapat menentukan batas waktu periode kualifikasi sendiri jika akan dilaksanakan sebelum batas waktu entry by name yang ditetapkan IOC yakni 5 Juli 2021,” tulis keterangan IOC dalam surat resminya.

Terkait alokasi kuota, IOC memastikan atlet yang sudah mendapatkan tiket ke Olimpiade 2020 sebelum penundaan tetap aman. Sejauh ini, 57 persen dari total kuota atlet telah dialokasikan dan ada sekitar 5.000 kuota atlet yang masih diperebutkan sampai periode kualifikasi berakhir pada 29 Juni 2021.

Penundaan Olimpiade Tokyo 2020 Menguntungkan Bagi Bulu Tangkis Indonesia

Menyoal skenario alokasi kuota berdasarkan peringkat, federasi internasional cabor memiliki kebijaksanaan untuk menentukan tenggat waktu dan  peringkat baru.

IOC mengakui sensitivitas keputusan tersebut sehingga perlu untuk melindungi atlet yang sebelumnya hampir memenuhi syarat berdasarkan batas waktu 2020.

Jika ada atlet yang melewati kriteria batas usia dengan adanya penundaan Olimpiade 2020, federasi internasional bisa memperpanjang persyaratan tersebut. 

Pengecualian hanya diberikan jika terkait alasan keselamatan dan kesehatan selama masa penundaan dan diserahkan ke masing-masing federasi internasional.

Olimpiade Ditunda, NOC Indonesia Minta Cabang Olahraga Manfaatkan Waktu Sebaik Mungkin

Penulis: Abdul Majid
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved