Breaking News:

Glenn Fredly Meninggal

Persembahan dari Warga, Museum Glenn Fredly akan Dibangun di Ambon

Glenn Fredly Berjasa mengenalkan Kota Ambon ke kancah nasional maupun internasional.

Instagram @glennfredly309
Glenn Fredly konser menggunakan hiasan kepala khas Papua 

Masih ada beberapa saudara-saudara yang dateng kok," beber Aldo.

"Kondisi kan sekarang masih, keadaan lagi gak bisa kita buat apa-apa.

Kita ikut perintah dari pemerintah, jadi selesai semuanya itu baru akan dibuat," imbuh Stefi.

Mutia Ayu pun telah melakukan ziarah perdananya ke makam sang suami tepat pada Hari Paskah lalu.

Wanita yang dinikahi oleh Glenn pada Agustus 2019 itu datang didampingi beberapa orang.

Ibu dari Gewa itu mengenakan outfit bernuansa hitam yang juga ia padukan dengan kacamata hitam.

Tak lupa ia juga menggunakan masker sebagai perlindungan diri.

Mutia nampak tegar saat menaburkan bunga di pusara suaminya.

Ia juga begitu khusyuk saat memanjatkan doa untuk Glenn.

Saat akan meninggalkan makam, Mutia terlihat cukup lama menciumi nisan sang suami.

Hingga saat ini Mutia masih belum bisa menjawab pertanyaan dari para awak media.

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo meninggal dunia di usianya yang ke 44 tahun.

Beberapa waktu lalu almarhum Glenn sempat mengeluhkan penyakit meningitis yang dideritanya, namun dirinya masih sanggup beraktivitas seperti biasa.

Meski kondisinya menurun selama 3 hari terakhir, Glenn masih bisa berinteraksi.

Glenn akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada (8/4/2020) pukul 18.47 WIB di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan.

Cita-cita Glenn yang Belum Tercapai

Ada banyak cita-cita mendiang Glenn Fredly yang belum tercapai dalam dunia industri musik Indonesia.

Glenn Fredly memiliki banyak cita-cita untuk musik Indonesia. Salah satunya adalah Undang-undang Permusikan.

Glenn Fredly merupakan salah satu musisi yang merumuskan RUU Permusikan bersama Anang Hermansyah yang waktu itu menjabat sebagai anggota DPR Komisi X.

Glenn Fredly diketahui berperan dalam mempertahankan eksistenti Studio rekaman Lokananta di Kota Solo, Jawa Tengah.

Melalui kampanye Save Lokananta, Glenn Fredly mencoba mengajak masyarakat untuk peduli dan menjaga agar Lokananta tetap terdengar gaungnya.

Kampanye Save Lokananta itu dia wujudkan dengan melakukan rekaman DVD bertajuk "Glenn Fredly and Bakuucakar Live from Lokananta", pada tahun 2012.

Glenn Fredly juga merupakan salah satu penggagas berdirinya M Bloc Space, tempat anak muda menyalurkan bakat seninya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Musisi Marcello Tahitoe pun berniat melanjutkan cita-cita mendiang Glenn Fredly. "Doain saja. Kalau kamu tanya melanjutkan? Gua mau coba," kata Marcello Tahitoe saat melakukan siaran langsung dalam kanal YouTube Marcello Tahitoe Official, seperti dikutip Kompas.com, Senin (13/4/2020).

Kendati demikian, pria yang kini menolak disapa Ello ini mengatakan perjuangan tersebut butuh dukungan dari masyarakat Indonesia.

Pasalnya, Marcello Tahitoe menilai melanjutkan cita-cita mendiang Glenn Fredly bukan hal yang mudah untuk dijalankan.

"Gua butuh dukungan kalian, karena enggak gampang, sangat-sangat enggak gampang. Tapi, kalau kalian mau bantu dalam doa dan bantu dalam support apapun, gua pasti mau," kata Marcello Tahitoe.

Untuk diketahui, Sayangnya, perjuangan Glenn Fredly mewujudkan industri musik yang lebih baik terhenti.

Pelantun "Kasih Putih" ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 8 April 2020.

Glenn Fredly meninggal dunia setelah berjuang dengan penyakit menginitis atau radang selaput otak.  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenang Jasa Glenn Fredly, Museum Khusus Siap Dibangun di Ambon"
Penulis : Ady Prawira Riandi

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved