Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Wabah Covid-19 di Jakarta, 300.000 Pekerja Terkena PHK dan Dirumahkan, Bisa Daftar Kartu Prakerja

Pemecatan karyawan dan dirumahkan itu terbagi dalam dua tahap, yakni 2-4 April dan 8-9 April 2020. Mereka diperbolehkan ikut daftar kartu prakerja.

Istimewa
ILUSTRASI Dipecat atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum mendapat petunjuk selanjutnya dari Kemenaker terkait nasib pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan tersebut.

Sebab dinas hanya bertugas melakukan pendataan saja, sementara bantuan berasal dari pemerintah pusat melalui Kemenaker.

Menurutnya, pegawai yang terkena PHK telah mendapatkan pesangon sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hal itu terungkap berdasarkan pendataan dinas, dan sampai sekarang belum ada pekerja yang mengajukan gugatan perselisihan dengan perusahaannya kepada dinas.

Kata dia, lesunya perekonomian akibat dampak Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia saja tapi di berbagai belahan negara di dunia.

Karenanya, pemerintah hadir mengatasi masalah tersebut, sebab bila dalam kondisi normal perusahaan sebetulnya enggan memecat karyawan karena akan memengaruhi pendapatannya.

“Sejauh ini belum ada yang melaporkan atau menuntut mengenai perselisihan PHK. Berarti (pekerja dan perusahaan) sama-sama mengerti yang terjadi saat ini,” katanya.

“Kecuali ada pengaduan, itu pun perlakuannya khusus. Yah, sesuai kemampuan perusahaan dan kami bisa lihat semua. Tapi sampai saat ini, jujur saja belum ada perselisihan itu,” tambah Andri.

Data lengkap kondisi pekerja akibat wabah covid-19 :

- Total pekerja yang di-PHK (tahap I dan II) mencapai 50.891 orang

- Total pekerja yang dirumahkan (tahap I dan II) mencapai 272.333 orang

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved