Breaking News:

Kasus Bau Ikan Asin

Jelang Pembacaan Putusan Hakim, Ini Rekam Jejak Kasus Bau Ikan Asin di Pengadilan

Sidang putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini dijadwalkan digelar lewat teleconference karena pandemi virus corona, Senin ini.

Penulis: Bayu Indra Permana | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama
Tersangka kasus UU ITE dan pencemaran nama baik artis Fairuz A Rafiq yakni Galih Ginanjar (kanan), Rey Utami (kiri), Pablo Benua (tengah), menjalani sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (9/12/2019). Dakwaan kasus pencemaran nama baik di media sosial dengan kata-kata "ikan asin" yang melibatkan mantan suami Fairuz A Rafiq tersebut akan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tiga terdakwa kasus pencemaran nama baik yang populer dengan perkara Bau Ikan Asin akan mendengar putusan hakim, Senin (13/4/2020).

Tiga terdakwa kasus pencemaran nama baik dan tindak asusila terhadap pedangdut Fairuz A Rafiq adalah Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami.

Sidang putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini dijadwalkan digelar lewat teleconference karena pandemi virus corona.

Trio terdakwa kasus bau ikan asin, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).
Trio terdakwa kasus bau ikan asin, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020). (Tribunnews.com/Nurul Hanna)

Sebelum mendengar putusannya, berikut rekam jejak persidangan kasus Bau Ikan Asin:

1. Dakwaan jaksa penuntut umum.

Ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jakarta pada Juli 2019. Tiga terdakwa kasus itu mulai menjalani sidang pada 9 Desember 2019.

Jaksa Penuntut Umum Donny M Sany mendakwa para terdakwa melakukan pencemaran nama baik dan tindak asusila, serta penghinaan.

2. Fairuz A Rafiq menjadi saksi.

Sebagai pelapor, Fairuz A Rafiq turut dihadirkan jaksa sebagai saksi di pengadilan, 27 Januari 2020. Hadirnya Fairuz A Rafiq sebagai saksi membuat suasana sidang berjalan emosional.

Fairuz A Rafiq sampai menangis sebelum memberikan keterangan dan minta ditemani Sonny Septian, suami yang juga pemain sinetron, saat memberikan kesaksian.

Selama sidang, Fairuz A Rafiq berulang-ulang emosional hingga menangis dan pingsan di pelukan Sonny Septian.

3. Tuntutan jaksa berbeda.

Meski didakwa dengan dakwaan yang sama, tiga terdakwa dituntut hukuman berbeda, 24 Maret 2020.

Galih Ginanjar dituntut 3,5 tahun penjara, dan Pablo Benua 2,5 tahun penjara serta Rey Utami 2 tahun penjara.

Saat ini mereka yang sama-sama dituntut ganti rugi sebesar Rp 100 juta itu mendekam di tahanan Polda Metro Jaya sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved