Breaking News:

Virus Corona

YLKI Ingatkan Masyarakat Diam Diri di Rumah Selama PSBB, Jangan Nyeleneh Seperti Ide Anies Soal Ojol

YLKI Ingatkan Masyarakat Tetap Berdiam Diri di Rumah Selama PSBB, Jangan Nyeleneh Seperti Ide Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan Soal Ojol

istimewa
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi memberikan paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos, di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta (27/1/2020). 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta. YLKI berharap agar masyarakat tidak nyeleneh (sembarangan) layaknya kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tentang operasional ojek online.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  PSBB yang mulai diberlakukan sejak Jumat (10/4/2020) hingga dua pekan mendatang, diungkapkan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi harus dipatuhi seluruh pihak.

Tujuannya ditegaskan Tulus Abdi agar penyebaran wabah virus corona dapat terhenti di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Mari kita dukung PSBB dengan sungguh-sungguh dan konsisten, demi terhentinya wabah Covid-19 di Jakarta," ungkap Tulus Abadi dalam siaran tertulis pada Kamis (9/4/2020).

Walau PSBB menurutnya sangat terlambat dan hanya secuil dari kebijakan karantina wilayah yang diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, semua pihak harus mengawal PSBB.

Jangan Khawatir, Commuter Line Tetap Beroperasi Selama PSBB DKI Jakarta. Berikut Jadwalnya

Dirinya pun menegaskan jangan ada pihak yang mengusulkan ide aneh dan bertentangan dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Seperti ide Anies yang tetap memperbolehkan driver ojol beroperasi dan mengangkut penumpang.

"Jangan ada ide aneh-aneh dan nyeleneh. Termasuk ide Gubernur DKI Jakarta, agar ojek online (okol) boleh mengangkut penumpang (orang)," ungkap Tulus Abadi.

"Ini ide kontraproduktif, bertentangan secara diametral dengan protokol kesehatan phisical distancing," tambahnya.

TikTok Sumbang Rp 100 Miliar untuk Korban Virus Corona, TikTok-ers Jadi Pahlawan Kemanusiaan

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Pusat ataupun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menolak ide Anies tersebut. 

Halaman
123
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved