Anies Baswedan Diminta Konsisten Larang Ojol Angkut Penumpang Selama PSBB, Bukan Berusaha Izinkan

Azis meminta Anies konsisten karena sebelumnya dia mengusulkan kepada pemerintah pusat terkait kebijakan PSBB di Jakarta.

Desy Selviany
Ilustrasi Antrean pembagian karung beras kepada para Ojol di tengah wabah virus corona, Kamis (2/4/2020) di Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Ojol dilarang angkut penumpang selama PSBB, Anies diminta konsisten 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berusaha memperbolehkan ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (10/4/2020) mendatang, dianggap menabrak aturan.

NasDem menyebut, ojek online dilarang mengangkut penumpang selama PSBB sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Abdul Azis Muslim mengatakan, rencana Anies justru dapat menabrak aturan Permenkes, meski Anies berusaha melobi pemerintah pusat.

ANIES BASWEDAN Lobi Pusat agar Ojol Tetap Angkut Penumpang saat PSBB

Anies Baswedan Pastikan Beri Sanksi Bagi Warga yang Melanggar Aturan PSBB Jakarta

Azis meminta Anies konsisten karena sebelumnya dia mengusulkan kepada pemerintah pusat terkait kebijakan PSBB di Jakarta.

“Sebelumnya, gubernur ingin sekali untuk menerapkan kebijakan PSBB di DKI, setelah diizinkan pusat malah membuat aturan lain. Ini kan menabrak aturan yang sudah ada,” ujar Azis berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (9/4/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di Balai Kota DKI pada  Rabu (8/4/2020) petang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di Balai Kota DKI pada Rabu (8/4/2020) petang. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Azis mengatakan, para pengemudi ojol sebaiknya hanya diperbolehkan untuk mengangkut makanan dan barang saja. Hal ini melihat pada situasi dan kondisi aktivitas perkantoran yang cenderung sepi karena karyawan banyak yang menerapkan bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Ditlantas Polda Metro Berikan Pengawalan Gratis Kendaraan Logistik dan Truk BBM

“Kami sendiri setuju, bahwa ojol hanya boleh mengangkut barang dan makanan saja ke permukiman warga,” ucap Azis yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Menurutnya, kebijakan ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah pusat maupun daerah tentang physical distancing atau jaga jarak.

Apabila ojol tetap mengangkut penumpang, tentu pola jaga jarak terabaikan karena minimal jarak yang disarankan adalah 1-2 meter antar pribadi.

Seain itu, DKI juga memiliki anggaran untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 selama penerapan PSBB. Artinya, Pemerintah juga sudah memperhatikan hal-hal tersebut, termasuk untuk para ojol.

Saat Glenn Fredly Dimakamkan, Jarak Aman Pelayat Sulit Dihindarkan, Fans Ingin Lihat dari Dekat

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved