Berita Video

VIDEO: Polda Metro Jaya Siap Terapkan PSBB, Pemotor Berboncengan Ditindak Termasuk Ojol

"Imbauan akan dilakukan secara massif sampai ke tingkat bawah, melibatkan Polsek," kata Nana.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/4/2020), terkait PSBB. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polda Metro Jaya akan melakukan imbauan, pengawasan hingga penegakan hukum secara masif kepada masyarakat saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, Jumat (10/4/2020) mendatang.

"PSBB ini merupakan respon kedaruratan kesehatan masyarakat. Dalam hal ini kami di Forkopimda akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan PSBB dalam rangka penanganan Covid-19," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/4/2020)

Langkah yang dilakukan kata Nana terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan memutus mata rantainya dimulai dengan imbauan.

"Imbauan akan dilakukan secara massif sampai ke tingkat bawah, melibatkan Polsek," kata Nana.

Diharapkan katanya masyarakat mengikuti protokol kesehatan, mulai dari physical distancing, penggunaan masker, cuci tangan, sampai pengecekan suhu tubuh.

"Disamping imbauan kIta pasang spanduk untuk pencegahan Covid-19, dan kita lakukan patroli dialogis secara massif. Dengan patroli dialogis kita berharap masyarakat yang berkerumun membubarkan diri," kata Nana.

Menurut Nana pembubaran massa saat patroli dialogis akan dilakukan secara humanis dan persuasif.

"Namun bilamana ada yang membandel dan tetap melanggar setelah imbauan kita lakukan penegakan hukum. Semua ini intinya untuk mencegah penularan yang kian hari kian meningkat jumlahnya," kata dia.

Ia berharap saat pelaksanaannya dimana aturan penerapan dikeluarkan dalam Peraturan Gubernur, seluruh masyarakat memiliki kesadaran untuk mentaati aturan PSBB. "Karena ini demi kepentingan dan kesehatan kita bersama," katanya.

Untuk beberapa sektor usaha yang masih diperbolehkan untuk memproduksi kata Nana tetap harus berjalan memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Misalnya di bidang kesehatan, termasuk pabrik dan bidang transportasi, keuangan, bidang logistik, dan industri strategis. Pasar juga masih boleh dibuka. Kita akan terus mengawasi aktivitas masyarakat baik di pasar dan 8 sektor tadi. Kita akan lakukan pengawasan agar tetap memenuhi protokol kesehatan tadi," kata Nana.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved