Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Peraturan Menkes Jelas Ojol Dilarang Tarik Penumpang, Ini Alasan Anies Berusaha Mengizinkannya?

Anies Baswedan tengah melobi pemerintah pusat terkait pemberian izin kepada ojek online (ojol) agar dapat beroperasi seperti biasa

Wartakotalive.com/Nur Ichsan
Ilustrasi Pengemudi ojol melintas di Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (7/4/2020). Peraturan Menkes Ojol hanya boleh angkut barang bukan penumpang selama PSBB, Anies lobi pusat agar Ojol boleh angkut penumpang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah melobi pemerintah pusat terkait pemberian izin kepada ojek online (ojol) agar dapat beroperasi seperti biasa saat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai berlaku pada Jumat (10/4/2020) mendatang.

Padahal bila mengacu Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 sudah dijelaskan, ojol dilarang membawa penumpang.

Dalam lembar lampiran di halaman 23 huruf i, dijelaskan bahwa layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang, dan tidak untuk penumpang.

Waduh, Driver Ojol Cuma Boleh Angkut Barang, Tidak Boleh Bawa Penumpang Selama PSBB DKI Jakarta

Tak Cuma Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi pun Bersiap Terapkan PSBB, Surat Sudah Resmi Diajukan

“Kami sedang berkoordinasi dengan pusat terkait pemberian izin pada ojek untuk bisa beroperasi,” kata Anies saat jumpa pers di Balai Kota DKI pada Rabu (8/4/2020) petang.

“Mudah-mudahan malam ini ada kabar karena dalam ketentuan ojek tidak diizinkan untuk mengangkut orang,” tambah Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat memberikan pernyataan waktu penerapan PSBB, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat memberikan pernyataan waktu penerapan PSBB, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020). (Dok PPID DKI Jakarta)

Anies tetap berusaha melobi pemerintah pusat agar ojek tetap diizinkan untuk beroperasi. Sebab berdasarkan pengakuan operator ojol, kata Anies, mereka telah menyiapkan mekanisme dan skenario dalam menyikapi kebijakan PSBB.

Negatif Covid-19, PSSI Segera Urus Kepulangan Asisten Pelatih Timnas Indonesia Gong Oh-Kyun ke Korea

“Karena itu, kami merasa ojek selama mereka mengikuti protap (prosedur tetap) itu bisa beroperasi, bisa mengangkut orang dan barang. Sekarang kami sedang menunggu finalisasinya seperti apa, sehingga nanti masuk dalam ketentuam (Peraturan Gubernur) yang sama,” jelasnya.

Anies mengaku, sebetulnya dia telah merampungkan Pergub yang menjadi petunjuk teknis pelaksanaan PSBB.

Di antaranya mekanisme pemberian sembako bagi masyarakat, pembubaran perkumpulan masyarakat di atas lima orang, pembatasan jam operasi dan jumlah penumpang di angkutam umum dan sebagainya.

Pria Ini Telah Bius 80 Wanita dan Kuras Harta Korbannya, Residivis, Korban Terakhir Meninggal Dunia

Hanya satu yang masih terganjal, yakni persoalan izin ojol dalam kebijakan PSBB.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved