Virus Corona

Wabah Covid-19, Youtap Indonesia Catat Transaksi Nontunai Naik 29 Persen, Kebiasaan Belanja Berubah

Tren kenaikan penggunaan alat pembayaran nontunai ini mencapai 129 persen, tercatat dari 16 Maret hingga 22 Maret 2020.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Jajaran manajemen Youtap Indonesia berfoto bersama beberapa pelaku usaha UMKM yang menggunakan Youtap dalam acara peluncuran Youtap Indonesia di Aluca, Kawasan SCBD Sudirman, Rabu (19/2/2020). 

"Dari total merchant yang tetap aktif beroperasi, 65 persen di antaranya sudah tidak menerima pembayaran tunai dan beralih ke sistem pembayaran nontunai..."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejak kasus positif Covid-19 ditemukan pertama kali di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi potensi penyebaran virus yang lebih luas, di antaranya melalui imbauan untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

Lebih jauh, Bank Indonesia juga meminta masyarakat untuk mulai mengurangi transaksi tunai dan beralih ke pembayaran non-tunai, serta mengkarantina edaran uang yang disetorkan ke perbankan guna mengurangi risiko penularan melalui media uang. 

Sejalan dengan hal tersebut, Youtap Indonesia, perusahaan teknologi digital pertama yang memfokuskan layanannya untuk membantu kebutuhan pelaku usaha, melalui data internalnya menemukan kenaikan transaksi non-tunai di platformnya.

Youtap lndonesia Beri Kemudahan Pelaku Usaha Mengelola Bisnis secara Digital, Termasuk Pelaku UMKM

Biar Ngga Bosan di Rumah Aja, Paket Transvision Xstream 600GB Hadirkan Beragam Hiburan, Ini Harganya

Apresiasi untuk Tenaga Medis Covid-19, Social Bella Bagikan Lebih dari 1.000 Paket Perawatan Diri

Tren kenaikan penggunaan alat pembayaran nontunai ini mencapai 129 persen, tercatat dari 16 Maret hingga 22 Maret 2020. 

CEO Youtap Indonesia Herman Suharto mengatakan seminggu setelah pemerintah mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia dan mengeluarkan imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, tren transaksi non-tunai menunjukkan kenaikan positif.

"Dari total merchant yang tetap aktif beroperasi, 65 persen di antaranya sudah tidak menerima pembayaran tunai dan beralih ke sistem pembayaran nontunai," kata Herman dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2020). 

BREAKING NEWS: Permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang Diajukan Anies Disetujui Kemenkes

HOTMAN Paris Siap Kumpulkan 20 Juta Kg Beras buat Korban Corona, Ayo Orang Kaya Bantu Tetangga

Reginald Hamdani, Supervisory Board Youtap Indonesia (kiri ke kanan);  Herman Suharto, CEO Youtap Indonesia;  Chris Jones, Supervisory Board Indonesia; dan Suryono Hidayat, Supervisory Board Indonesia menekan tombol sebagai tanda resminya Youtap beroperasi di Indonesia pada Selasa (18/2/2020) di Aluca, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta.
Reginald Hamdani, Supervisory Board Youtap Indonesia (kiri ke kanan);  Herman Suharto, CEO Youtap Indonesia;  Chris Jones, Supervisory Board Indonesia; dan Suryono Hidayat, Supervisory Board Indonesia menekan tombol sebagai tanda resminya Youtap beroperasi di Indonesia pada Selasa (18/2/2020) di Aluca, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta. (Wartakotalive.com/Hironimus Rama)

Penurunan aktivitas

Data Youtap Indonesia juga menunjukkan adanya penurunan aktivitas merchant yang cukup signifikan, terutama bagi merchant yang bergerak di bidang jasa seperti laundry, bengkel, toko baju, dan rumah makan.

Hal ini dikarenakan masyarakat cenderung membatasi aktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Kendati terjadi penurunan jumlah merchant yang menggunakan platform Youtap pada minggu pertama pandemi Covid-19, secara keseluruhan traffic / tingkat transaksi hanya turun 9 persen," papar Herman.

"Artinya, kebiasaan berbelanja pelanggan merchant Youtap tidak mengalami banyak perubahan. Pasalnya, kami menemukan merchant yang tetap beroperasi malah mengalami kenaikan jumlah transaksi dua kali lipat dari biasanya," imbuh Herman. 

Cuaca Selasa 7 April 2020 Hujan Guyur Jakarta Siang, Waspadai Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim Sore

VIDEO: Benyamin Davnie Minta Warga Tangsel Patuhi Protokol Kesehatan Cegah Corona

Ubah kebiasaan berbelanja

Selain tren transaksi non tunai yang naik, data juga mencatat terjadinya perubahan kebiasaan konsumen dalam berbelanja.

Sebelum pandemi Covid-19, transaksi paling banyak terjadi pada jam makan siang, sekitar pukul 12.00 WIB, dan jam pulang kantor sekitar 17.00 WIB.

Sedangkan setelah pengumuman kasus positif, 42 persen konsumen lebih memilih untuk menghindari jam-jam ramai tersebut dan mulai berbelanja pada jam-jam yang biasanya sepi, seperti jam 15.00 WIB.

Penggunaan pembayaran non tunai menjadi salah satu opsi bagi masyarakat saat terjadi penyebaran virus pandemi seperti sekarang ini.

Selain faktor kepraktisan dan kenyamanan, transaksi melalui alat pembayaran non-tunai dipercaya dapat meminimalkan kontak dengan uang kertas yang telah berpindah-pindah tangan dan tidak diketahui kebersihannya. 

Jajaran manajemen Youtap Indonesia berfoto bersama beberapa pelaku usaha UMKM yang menggunakan Youtap dalam acara peluncuran Youtap Indonesia di Aluca, Kawasan SCBD Sudirman, Rabu (19/2/2020).
Jajaran manajemen Youtap Indonesia berfoto bersama beberapa pelaku usaha UMKM yang menggunakan Youtap dalam acara peluncuran Youtap Indonesia di Aluca, Kawasan SCBD Sudirman, Rabu (19/2/2020). (Wartakotalive.com/Hironimus Rama)

Teman dagang para merchant

Dalam kondisi pandemik ini Youtap Indonesia juga tetap mengedepankan komitmennya untuk menjadi teman dagang serba bisa untuk merchant dengan melakukan edukasi untuk tetap bisa bertahan di masa pandemi ini dengan mengedepankan cara berjualan yang bersih, sehat dan aman. 

“Kami membantu mengedukasi mereka dengan memberikan informasi cara berdagang yang menerapkan anjuran pemerintah," tutur Herman.

Seperti cara melakukan social distancing pada saat berjualan, menjaga lingkungan toko tetap bersih dengan cairan desinfektan, mendorong mereka untuk rajin mencuci tangan dan menganjurkan mereka untuk melakukan transaksi non tunai yang lebih bersih dan aman,” tambahnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved