Breaking News:

Wagub DKI Jakarta

Sempat Direncanakan Tertutup, DPRD DKI Bakal Siarkan Rapat Paripurna Pemilihan Wagub

Panlih Wagub DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra S Andyka mengupayakan rapat Paripurna pemilihan pada Senin (6/4/2020) pukul 10.00 dapat disaksikan umum

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Rizki Amana
Ilustrasi: Penyelenggaraan Rapat Paripurna APBD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (4/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra S Andyka mengupayakan rapat Paripurna pemilihan pada Senin (6/4/2020) pukul 10.00 dapat disaksikan masyarakat umum.

Hingga Senin (6/4/2020) dini hari, petugas dari teknologi dan informasi tengah merampungkan sarana dan prasarana untuk menayangkan video streaming Paripurna yang disiarkan di ruang Koordinatoriat Wartawan Balai Kota DKI Jakarta.

“Insya Allah ada live streaming di pressroom Balai Kota, dan hanya di pressroom saja dengan tetap menjaga social dan physical distancing,” kata Andyka pada Senin (6/4/2020) dini hari.

(kiri-kanan) Wakil Ketua Panlih Wagub DKI Basri Baco, Ketua Panlih Wagub DKI Farazandi Fidiansyah dan Anggota Panlih Wagub DKI S Andyka di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).
(kiri-kanan) Wakil Ketua Panlih Wagub DKI Basri Baco, Ketua Panlih Wagub DKI Farazandi Fidiansyah dan Anggota Panlih Wagub DKI S Andyka di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020). (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Andyka mengatakan, para wartawan dapat membantu menyiarkan proses pemilihan Wagub DKI melalui tayangan di sebuah layar televisi yang disediakan.

Pihaknya enggan menyiarkan proses pemilihan dari layar digital besar yang ada di luar gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat dengan berbagai pertimbangan.

Salah satunya dia khawatir bila video itu ditayangkan, masyarakat justru malah bertumpuk di luar gedung DPRD DKI.

“Gedung dewan diharapkan steril dan nggak ada yang ngumpul-ngumpul,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata dia, proses rapat Paripurna bakal ditayangkan melalui saluran internal DPRD DKI ke ruang Koordinatoriat Wartawan Balai Kota.

Untuk penanyangan melalui media sosial seperti YouTube, Instagram dan Facebook dengan akun DPRD DKI Jakarta masih dalam pembahasan.

“Untuk sementara baru ini (ditayangkan ke Koordinatoriat Wartawan Balai Kota) yang diperkenankan. Bila ada perubahan akan dikabari lagi yah,” katanya.

“Jadi cuma pressroom saja, sedang disiapkan perangkatnya semoga cukup waktu pemasangannya,” tambahnya.

Panlih Wagub DPRD DKI Jakarta berencana menggelar rapat Paripurna pemilihan Wagub DKI pada Senin (6/4/2020).

Rencana ini sempat menuai polemik karena diadakan di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

Pada Senin (23/3/2020) pagi, sedianya DPRD DKI Jakarta menggelar pemilihan Wagub DKI Jakarta dari dua partai pengusung.

Di antaranya Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra, tapi rapat ditunda akibat merebaknya virus corona.

Namun belakangan, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta menyepakati Paripurna Pemilihan Wagub DKI digelar pada Senin (6/4/2020).

Sementara uji publik dan pemaparan visi dan misi kedua kandidat itu digelar secara teleconference di kalangan anggota DPRD DKI saja pada Jumat (3/4/2020). (faf)

Dua Cawagub DKI Sepakat Pemilihan Pendamping Anies Baswedan Ditunda Akibat Virus Corona

KANDIDAT Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017-2022 dari Fraksi PKS Nurmansjah Lubis, setuju keputusan pimpinan DPRD DKI Jakarta yang menunda rapat paripurna pemilihan.

Mantan Anggota DPRD DKI Jakarta dua periode itu menyebut, perhatian pemerintah lebih prioritas kepada keselamatan warga akibat wabah Virus Corona (Covid-19).

“Saya pikir itu keputusan yang tepat ya, dengan mengundurkan waktu pemilihan Cawagub tanggal 6 April 2020."

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan kandidat Cawagub DKI Jakarta dari PKS Nurmansjah Lubis, Senin (9/3/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan kandidat Cawagub DKI Jakarta dari PKS Nurmansjah Lubis, Senin (9/3/2020). (Fraksi PKS DPRD DKI)

"Karena suasana pandemi Virus Corona ini tak main-main."

"Jadi kita harus mengedepankan kepentingan nasional, apalagi Jakarta ini kan termasuk daerah warna merah,” kata Nurmansjah saat dihubungi wartawan, Jumat (27/3/2020).

Nurmansjah mengatakan, sebagai kandidat Cawagub DKI, dia juga patuh terhadap instruksi Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pembatasan interaksi.

 Diimbau Satpol PP Tak Jualan karena COVID-19, PKL Pasar Tanah Abang: Kami Butuh Makan, Pak!

Adapun pembatasan interaksi ini dilakukan untuk menekan potensi penyebaran Virus Corona di tengah masyarakat.

“Sebaiknya tetap diam di rumah atau bekerja di rumah dan beribadah di rumah."

"Masa iya kita ngotot pemilihan Cawagub, justru berisiko kalau rapat digelar,” ujarnya.

 Ekonomi Jakarta Mulai Sulit, Masyarakat Colong Start Mudik Duluan Sebelum Dilarang, ODP Meningkat

Dalam kesempatan itu, Nurmansjah mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa saja memperpanjang surat edarannya agar masyarakat beraktivitas di rumahnya lebih dari 5 April 2020.

Apalagi, DKI Jakarta daerah epicenter atau dengan kasus corona tertinggi di Indonesia.

“Kalau ada yang positif corona kan ribet. Belum tentu tanggal 6 April saat pemilihan sudah clear (bersih) tuh Jakarta dari corona."

 PANITIA Pemilihan Usulkan Pemaparan Visi Misi Cawagub DKI Pakai Video Teleconference

"Bisa saja Gubernur DKI memperpanjang tanggap daruratnya dua minggu lagi,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Cawagub DKI dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Riza mengaku keputusan itu diambil untuk menyesuaikan surat edaran dari pemerintah pusat dan daerah.

 HASIL Rapid Test di Masjid Jami Kebon Jeruk, Tiga Jemaah Dipastikan Suspect Covid-19

“Ya enggak apa-apa, bagus kan ikuti edaran pemerintah,” ucap Riza.

Atas penundaan itu, kata dia, pemerintah daerah bisa menjadi lebih fokus menangani dan menanggulangi wabah Virus Corona.

Sebagai Cawagub, dia mengikuti dan taat terhadap putusan yang ditetapkan DPRD DKI Jakarta soal penundaan jadwal pemilihan.

 Pemprov DKI Dapat Bilik Sterilisasi dari Baznas, Ditempatkan di Empat Lokasi Ini

“Intinya sekarang kami menunggu waktu pemilihan saja di DPRD DKI,” cetus Riza.

Sebelumnya, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta menolak usulan Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017-2022 menggelar pemilihan pada Jumat (27/3/2020) siang.

 BREAKING NEWS: Tim Gegana Amankan Benda Diduga Bom di Jalan Tanjung Duren Raya

Bamus meminta Panlih mengikuti Surat Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) sampai 5 April 2020.

“Rapat hari ini, Bamus menetapkan agar rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI dilaksanakan pada Senin 6 April 2020."

 BREAKING NEWS: Pasien COVID-19 di Indonesia Naik Lagi Jadi 790 Orang, 58 Meninggal, 31 Sembuh

"Atau setelah habis masa edaran (Seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan),” kata Wakil Ketua Bamus DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, seusai rapat Bamus, Kamis (26/3/2020).

Taufik mengatakan, pertimbangan lain dari penolakan Panlih adalah Surat Maklumat yang diterbitkan Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Beberapa hari lalu, Kapolri mengimbau masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan yang memicu keramaian, guna menekan potensi penularan Virus Corona.

 BUKAN Diusir dari Indekos, Dirut RSUP Persahabatan Sebut Perawatnya Pergi karena Tak Nyaman Distigma

Sementara, rapat Paripurna yang dihadiri oleh 106 anggota DPRD periode 2019-2024, Gubernur DKI Jakarta, dan jajarannya, justru memicu kerumunan orang.

Lantaran tak sejalan dengan keputusan Gubernur DKI dan Kapolri, rapat Paripurna jadinya digelar pada Senin (6/4/2020) pekan depan.

“Sebenarnya Panlih juga sudah siap sesuai dengan protokol pencegahan Corona setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan."

 WALI Kota Bekasi Ungkap Rapid Test COVID-19 Tak Semudah yang Digambarkan Gubernur Jawa Barat

"Dari mulai pintu masuk, pembatasan orang yang datang sampai ke ruang Paripurna,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta bakal menggelar rapat paripurna pemilihan wakil gubernur pada Jumat (27/3/2020) pukul 13.00 WIB.

Hal ini diputuskan karena mayoritas fraksi sepakat tak lama-lama menunda tahapan akhir tersebut.

"Hal itu berdasarkan permintaan mayoritas fraksi," kata Wakil Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI Basri Baco saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2020).

 Cicilan Kredit Motor Tukang Ojek Diringankan Selama Setahun, Jokowi Larang Debt Collector Menagih!

Padahal, DKI Jakarta saat ini tengah dilanda pandemi Virus Corona, dan telah jadi salah satu kota epicenter penularan.

Tapi hal itu tak lagi jadi pertimbangan, karena prioritas DPRD saat ini adalah hadirnya partner bagi Gubernur Anies Baswedan untuk menghadapi wabah Virus Corona.

"Jadi permintaan mayoritas fraksi minta ke pimpinan soal pemilihan, pimpinan menyampaikan ke Panlih, dengan situasi seperti ini gubernur perlu pendamping," jelasnya.

 DOKTER Handoko Gunawan: Covid-19 Terbang di Udara, Jaga Jarak 1 Meter Sudah Kuno, Stay at Home!

Jika benar paripurna pemilihan wagub DKI digelar Jumat besok, artinya penundaan hanya bertahan selama 4 hari.

Mengingat, sebelumnya DPRD DKI menunda proses yang mulanya digelar pada Senin (23/3/2020) lalu.

Baco mengaku sudah mendapat surat keputusan dari Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

 Gandeng Dua Profesor, MUI Godok Dua Fatwa yang Diminta Maruf Amin Terkait Virus Corona

Keputusan penjadwalan ulang voting wagub akan diambil dalam rapat Badan Musyawarah pada Kamis (26/3/2020) besok.

"Sudah ada (surat pimpinan), kita mau Bamus-kan Hari Kamis," ujar Baco.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menunda rapat Paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017-2022, yang dijadwalkan pada Senin (23/3/2020) pekan depan.

 Tanggapi Potensi Jakarta Lockdown, Anies Baswedan: Kami Harus Antisipasi Semua Kemungkinan

Meski sudah diteken Prasetio Edi sebagai pucuk legislator DKI, surat yang bersifat penting itu belum dicantumkan nomor dan tanggal surat yang dikeluarkan.

Berdasarkan data yang diterima Wartakotalive, Prasetio menunda rapat itu karena merebaknya virus corona (covid-19) di Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Rapat pemilihan yang sedianya digelar pada Senin (23/3/2020) mendatang, akan dijadwal kembali dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta.

 VIRUS Corona Serang 24 Provinsi di Indonesia, Jakarta Paling Banyak

Berikut ini dokumen pengumuman yang diterima Wartakotalive:

Dengan ini kami sampaikan bahwa sesuai hasil rapat Bamus DPRD DKI Jakarta tanggal 17 Maret 2020 yang telah dijadwalkan untuk pelaksanaan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, pada:

Hari: Senin

Tanggal: 23 Maret 2020

Waktu: Pukul 09.30 (persiapan rapat) dan pukul 10.00 (pelaksanaan rapat)

Tempat: Ruang rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Nomor 18, Jakarta Pusat

Acara : 1. Penyampaian visi dan misi Cawaguub DKI Jakarta

2. Tanya jawab

3. Penandatanganan pakta integritas

4. Pemilihan pengisian jabatan lowong Wagub DKI sisa jabatan 2017-2022

5. Penetapan Cawagub terpilih

Sehubungan hal tersebut di atas, mengingat kondisisaat ini yang kurang kondusif dan untuk pencegahan virus Covid-19.

Maka pelaksanaan rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta ditunda dan akan dijadwalkan kembali dalam rapat Bamus DPRD DKI Jakarta.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, ditandatangani. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved