Virus Corona Jabodetabek

Pedagang Mengaku Sepi Pembeli Meski Pengguna Transportasi Umum Diwajibkan Pakai Masker Kain

Pemerintah sudah mewajibkan semua masyarakat pakai masker kain, namun demikian tidak mendongkrak penjualan masker kain

Wartakotalive/Desy Selviany
Pedagang masker Sumaryono (50) yang berjualan di JPO RS Harapan Kita Senin (6/4/2020), mengaku sepi dagangannya 

WARTAKOTALIVE.COM, GROFOL -- Dua kantung plastik besar yang berisi masker kain masih teronggok dijajakan di depan jembatan penyeberangan orang (JPO) Rumah Sakit Harapan Kita.

Pedagang masker kain Sumaryono (50) mengaku dagangannya tidak laku sejak seminggu lalu.

Sumaryono sudah menjajakan masker kain sebelum virus corona mewabah di Jakarta.

Ia biasa berdagang di JPO Harapan Kita setiap hari Senin sampai Jumat pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB.

"Kalau dulu saya bisa jual Rp 15 ribu. Tapi sekarang Rp 5 ribu dua biji saja susah jualnya," kata Sumaryono ditemui di JPO RS Harapan Kita Senin (6/4/2020).

Ustadz Yusuf Mansur Bagikan Cara Membuat Masker Kain dengan Bandana Tanpa Harus Dijahit

Sumaryono mengaku dagangannya mulai sulit dijual sejak Kamis (2/4/2020) lalu.

Mayoritas penumpang yang hendak naik transjakarta dilihatnya sudah memakai masker dimulutnya.

Ia tidak tahu pasti penyebab menurunnya penjualan masker kainnya belakangan ini.

Namun kata Sumaryono kemungkinan karena ia sudah mulai banyak memiliki saingan.

"Sekarang kan muncul pedagang masker kain dadakan. Jadi mungkin itu penyebabnya saya sulit jualkan masker kain saya ini," ungkap Sumaryono.

Masih Banyak Penumpang Bus Transjakarta Tak Pakai Masker di Tengah Virus Corona, Petugas: Kami Tegur

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved